Diwarnai Profit Taking, Indeks Tetap Melaju Tinggi
Selasa, 05 Okt 2004 16:20 WIB
Jakarta - Meski diwarnai aksi profit taking (aksi ambil untung) sepanjang perdagangan Selasa (5/10/2004) ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan kembali menguat 4,869 poin pada titik level baru 861,318. Rekor baru indeks terus tercipta karena euphoria pasar menantikan hasil kabinet SBY-Kalla.Indek LQ-45 naik 1,247 poin pada level 187,606, JII turun 0,374 poin pada level 140,603, MBX naik 1,885 poin pada level 229,122 dan DBX naik 0,413 poin pada level 201,734.Perdagangan di pasar reguler kembali ramai dengan transaksi yang terjadi sebanyak 24.816 kali pada volume 5.165.289 lot saham senilai Rp 1,436 triliun. Sebanyak 60 saham naik, 63 saham turun dan 257 saham stagnan.Saham-saham yang naik harganya di top gainers diantaranya: Semen Gresik naik Rp 500 menjadi Rp 10.800, Astra Internasional naik Rp 200 menjadi Rp 76.50, Bank Central Asia naik Rp 175 menjadi Rp 2.300, Medco Energi Internasional naik Rp 125 menjadi Rp 1.675, United Tractor naik Rp 75 menjadi Rp 1.650, Telkom naik Rp 50 menjadi Rp 4.400, Bank Mandiri naik Rp 50 menjadi Rp 1.575.Sedangkan saham yang turun harganya di top lossers diantaranya: Internasional Nikel turun Rp 100 menjadi Rp 11.450, Unilever turun Rp 75 menjadi Rp 3.250, Gudang Garam turun Rp 50 menjadi Rp 13.100, Indofood turun Rp 25 menjadi Rp 700, Indosiar Karya Media turun Rp 25 menjadi Rp 650, Indosat turun Rp 25 menjadi Rp 4.425.Meski diwarnai aksi mabil untung sepanjang perdagangan hari ini indeks kembali ditutup diteritori positif dan terus menciptakan rekor baru. Sebagian investor masih terus mengakumulasi saham-saham bluechips karena menunggu pembentukan kabinet SBY-Kalla. Selain itu, menguatnya bursa regional dan global mendukung menguatnya indeks ke level tertingginya. Namun sebagian investor masih khawatir naiknya indeks yang cukup tinggi dalam dua hari terakhir berpotensi terjadinya profit taking.
(san/)











































