Aksi Ambil Untung Mulai Muncul, IHSG Turun 20 Poin

Aksi Ambil Untung Mulai Muncul, IHSG Turun 20 Poin

- detikFinance
Senin, 11 Mar 2013 16:06 WIB
Aksi Ambil Untung Mulai Muncul, IHSG Turun 20 Poin
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 20 poin terkena aksi ambil untung karena posisinya yang sudah tinggi. Indeks mulai masuk tren melemah.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka stagnan di posisi Rp 9.685 per dolar AS sama seperti posisi pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka menguat 4,004 poin (0,08%) ke level 4.878,539 lanjutkan penguatan meski sudah berkali-kali mencetak rekor dan posisinya sangat tinggi. Aksi beli saham terjadi didorong sentimen positif dari pasar global.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aksi ambil untung terjadi di saham-saham unggulan, terutama berbasis komoditas, sehingga menghambat penguatan. Untungnya, masih banyak aksi beli yang terjadi di saham-saham bank unggulan dan lapis dua.

Namun sayang indeks hanya mampu mencapai posisi tertingginya hari ini di level 4.886,521 masih jauh dari level intraday tertingginya sepanjang masa 4.904,477 yang diraihnya akhir pekan lalu.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG menipis 4,438 poin (0,09%) ke level 4.870,057 menyusul aksi ambil untung di saham-saham komoditas dan konsumer. Indeks sempat bergerak fluktuatif, naik-turun zona hijau dan merah.

Aksi ambil untung mulai menekan sehingga IHSG labil. Tiga sektor masih mencoba menahan indeks di zona hijau, yaitu indeks sektor industri dasar, konstruksi dan finansial.

Mengakhiri perdagangan awal pekan, Senin (11/3/2013), IHSG ditutup melemah 20,183 poin (0,41%) ke level 4.854,312. Sementara Indeks LQ45 ditutup turun 5,576 poin (0,67%) ke level 831,708.

Indeks sudah berkali-kali mencetak rekor tertingginya, terakhir kali di akhir pekan lalu. Posisi indeks sudah terlalu tinggi, sehingga wajar jika terjadi koreksi.

Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 147.121 kali pada volume 6,49 miliar lembar saham senilai Rp 5,267 triliun. Sebanyak 118 saham naik, sisanya 130 saham turun, dan 108 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia menutup perdagangan awal pekan ini dengan bergerak mixed. Meski ada sentimen positif dari Wall Street yang kembali mencetak rekor tertingginya, rata-rata bursa di Asia terkena koreksi gara-gara posisinya yang sudah terlalu tinggi.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional hingga sore hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai melemah 8,02 poin (0,35%) ke level 2.310,59.  
  • Indeks Hang Seng menipis 1,13 poin (0,00%) ke level 23.090,82.  
  • Indeks Nikkei 225 menguat 65,43 poin (0,53%) ke level 12.349,05.  
  • Indeks Straits Times naik 5,43 poin (0,17%) ke level 3.294,96.  
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Multi Bintang (MLBI) naik Rp 17.000 ke Rp 920.000, Lionmesh (LMSH) naik Rp 900 ke Rp 14.500, Mayora (MYOR) naik Rp 500 ke Rp 27.500, dan Duta Pertiwi (DUTI) naik Rp 450 ke Rp 3.550.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 1.200 ke Rp 76.200, United Tractor (UNTR) turun Rp 550 ke Rp 19.700, Plaza Indonesia (PLIN) turun Rp 525 ke Rp 2.075, dan Fast Food (FAST) turun Rp 500 ke Rp 11.000.
(ang/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads