Mengawali perdagangan Rabu (13/3/2013), IHSG dibuka menguat 10.869 poin (0,22%) ke level 4.865,181. Indeks LQ45 dibuka naik 2,406 poin (0,29%) ke level 833,761.
Namun sayang indeks hanya mampu sebentar bertahan di jalur hijau sebelum akhirnya ambruk di zona merah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sepanjang sisa perdagangan, IHSG terus berada di jalur merah dengan level terendahnya di 4.815,851. Hampir semua sektor saham mengalami penurunan, kecuali sektor agrikultur yang masih berada do zona hijau.
Selama perdagangan hari ini, sektor saham yang mengalami penurunan terendah adalah sektor consumer good dan juga industri jadi.
Pada penutupan perdagangan Rabu (13/3/2013), IHSG turun 18,873 poin (0,39%) ke level 4.835,439. Sementara indeks LQ45 turun 3,96 poin (0,48%) ke level 827,748.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 170,919 kali pada volume 7,16 miliar lembar saham senilai Rp 7,4 triliun. Sebanyak 106 saham naik, sisanya 133 saham turun, dan 124 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia pada sore hari ini bergerak di zona merah. Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional hingga sore hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai melemah 22,64 poin (0,99%) ke level 2.263,97.Â
- Indeks Hang Seng turun 333,95 poin (1,46%) ke level 22.556,65.Â
- Indeks Nikkei 225 turun 75,15 poin (0,61%) ke level 12.239,66.Â
- Indeks Straits Times turun 21,73 poin (0,66%) ke level 3.281,81.Â
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 750 ke Rp 48.750, Mayora (MYOR) turun Rp 400 ke Rp 27.100, Semen Gresik (SMGR) turun Rp 350 ke Rp 18.000, dan Smart Telecom (AMRT) turun Rp 250 ke Rp 6.250.
(dnl/dnl)











































