Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 9.710 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu di Rp 9.715 per dolar AS.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka terpangkas 14,341 poin (0,30%) ke level 4.804,983 terseret arus negatif pasar global dan regional. Posisi indeks yang masih tinggi membuatnya rawan aksi ambil untung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG menipis 4,022 poin (0,08%) ke level 4.815,302 di tengah bergugurannya bursa-bursa di regional. Koreksi IHSG tergolong kecil jika dibandingkan pasar saham Asia lainnya.
Saham-saham bank kelas berat jadi target aksi ambil untung. Indeks sektor finansial melemah cukup dalam sampai hampir mendekati satu persen.
Mengakhiri perdagangan awal pekan, Senin (18/3/2013), IHSG ditutup terpangkas 16,498 poin (0,34%) ke level 4.802,826. Sementara Indeks LQ45 ditutup terkoreksi 1,528 poin (0,19%) ke level 820,221.
Saham-saham konsumer dan agrikultur berupaya menahan indeks kembali ke zona hijau, namun apa daya koreksi yang diderita saham-saham bank kelas berat sudah terlalu dalam, sehingga IHSG gagal keluar dari zona merah.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 148.990 kali pada volume 6,054 miliar lembar saham senilai Rp 5,818 triliun. Sebanyak 79 saham naik, sisanya 179 saham turun, dan 98 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia menutup perdagangan awal pekan dengan suram, kompak melemah di zona merah. Koreksinya sangat dalam, rata-rata lebih dari satu persen menyusul anjloknya bursa global akhir pekan lalu.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia hingga sore hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai melemah 38,39 poin (1,68%) ke level 2.240,02. Â
- Indeks Hang Seng jatuh 449,75 poin (2,00%) ke level 22.083,36. Â
- Indeks Nikkei 225 anjlok 340,32 poin (2,71%) ke level 12.220,63. Â
- Indeks Straits Times turun 27,12 poin (0,83%) ke level 3.258,93. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Tiga Raksa (TGKA) naik Rp 300 ke Rp 3.700, Nippon Indosari (ROTI) naik Rp 300 ke Rp 7.350, Astra Agro (AALI) naik Rp 300 ke Rp 18.250, dan Indofood (INDF) naik Rp 250 ke Rp 7.500.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Merck (MERK) turun Rp 2.000 ke Rp 150.000, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 900 ke Rp 39.450, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 800 ke Rp 48.450, dan Mayora (MYOR) turun Rp 500 ke Rp 27.000.
(ang/dru)











































