Danny Budiharto, Direktur Operasional Dyandra Media mengatakan, hari ini saja penjualan saham perdana perseroan msihh ramai dikunjungi para calon investor.
βPer kemarin saja sudah terjual 100 persen. Kemungkinan penjualan akan naik terus. Penjualan yang hari ini belum bisa dihitung. Nanti pas bjam 3 penutupan akan mulai dihitung totalnya. Besok akan kami umumkan hasilnya,β kata Danny saat temu wartawan, di Plaza Bapindo, Jakarta, Se3lasa (19/3/13).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia memprediksi, penjualan saham perdana tersebut akan oversubscribed hingga 7 kali dengan mematok harga di angka Rp 350.
βKami memutuskan di harga Rp 350 per sahamnya. Walaupun kami tetapkan diharga tinggi sekalipun Rp 415 sudah bisa oversubscribe hingga 3-4 kali. Besok akan keluarkan press release. Prediksi kami oversubscribe di atas 7 kali, nanti yang resminya akan keluar angka besok,β kata Danny.
Untuk menawarkan sahamnya itu, Danny mengatakan, sudah melakukan roadshow ke beberapa negara seperti Hong Kong, Singapura dan Kuala Lumpur. βKebanyakan Hong Kong dan Singapura,β ujarnya.
Dyandra menawarkan harga perdana saham sebesar Rp 350 per saham. Dengan harga ini, dana yang diperoleh diperkirakan mencapai Rp 448,70 miliar.
Perseroan melepas 1,28 miliar saham ke publik dengan nilai nominal Rp 100 per saham sebesar 30% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan
Dana hasil penawaran perdana saham akan digunakan antara lain untuk pengembangan usaha dalam bentuk peningkatan penyertaan modal pada entitas anak sebesar 54%.
Selain itu, sekitar 42% akan digunakan untuk melunasi utang Perseroan kepada PT Bank CIMB Niaga Tbk. Lalu sekitar 4% akan digunakan untuk modal kerja Perseroan antara lain untuk pengembangan sumber daya manusia.
Perseroan juga mengadakan program alokasi karyawan sebesar 5% dari jumlah saham yang ditawarkan dalam penawaran umum perdana atau sekitar 64,10 juta saham.
Selain itu, perseroan juga akan menerbitkan opsi saham untuk program pemberian opsi pembelian saham kepada manajemen dan karyawan sebanyak-banyaknya sebesar 2,5%.
Dalam penawaran perdana saham ini, perseroan telah menunjuk PT Mandiri Sekuritas dan PT OSK Nusadana Securities Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
(ang/ang)











































