Dihantui Krisis Eropa, IHSG Berpotensi Melemah

Rekomendasi Saham

Dihantui Krisis Eropa, IHSG Berpotensi Melemah

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Rabu, 20 Mar 2013 08:20 WIB
Dihantui Krisis Eropa, IHSG Berpotensi Melemah
Ilustrasi foto: Dewi/detikFinance
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin berhasil rebound 19 poin didorong penguatan saham-saham bank kelas berat. Aksi beli didominasi investor domestik membuat 163 saham menguat.

Menutup perdagangan, Selasa (19/3/2013), IHSG naik 19,801 poin (0,41%) ke level 4.822,627. Sementara Indeks LQ45 menguat 2,058 poin (0,25%) ke level 822,279.

Semalam, Wall Street berakhir mixed dengan Indeks S&P 500 kembali melemah untuk hari ketiganya berturut-turut. Krisis di Republik Siprus menjadi sentimen negatif yang membuat investor waspada.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan Selasa waktu setempat, Indeks Dow Jones naik tipis 3,76 poin (0,03%) ke level 14.455,82. Indeks Standard & Poor's 500 menipis 3,76 poin (0,24%) ke level 1.548,34. Indeks Komposit Nasdaq melemah 8,50 poin (0,26%) ke level 3.229,10.

Hari ini, IHSG diprediksi melemah karena dibayangi oleh krisis utang di Uni Eropa terutama soal bailout Republik Siprus. Pelemahan bursa-bursa Asia juga bisa membuat IHSG jatuh ke zona merah.

Pergerakan bursa-bursa Asia pagi hari ini:

  • Indeks Straits Times menipis 0,86 poin (0,03%) ke level 3.255,61. Β 
  • Indeks KOSPI melemah 13,28 poin (0,67%) ke level 1.965,28. Β 


Rekomendasi saham untuk hari ini:
Panin Sekuritas
IHSG berhasil rebound pada perdagangan kemarin menyusul menguatnya bursa regional. Investor yakin bahwa parlemen Cyprus akan menolak rencana kenaikan pajak deposito yang beberapa hari terakhir membayangi pasar financial. Rencana pemberlakukan peraturan pajak seperti ini adalah yang pertama kali di Eropa. Hal ini menimbulkan, ketakutan tersendiri karena bukan tidak mungkin jg akan diberlakukan di Spanyol dan Italia jika mereka meminta bailout juga, sehingga bisa membuat para deposan di Uni Eropa melarikan depositonya dari Eropa. Disisi lain kami juga melihat gejolak yang terjadi di Eropa digunakan oleh sebagian investor untuk melakukan profit taking di tengah indeks baik IHSG maupun global yang terus menembus rekor baru. Hari ini kami proyeksikan IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas. Kisaran support-resistance 4.808-4.852.

eTrading Securities
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup naik 19.80 poin (+0.41%) ke 4,822.63 dengan jumlah transaksi sebanyak 21.31 juta lot atau setara dengan Rp7.28 triliun.

Pergerakan sektor-sektor IHSG a.l sektor agricultural (-0.20%), sektor basic-industries (-0.03%), sektor construction and property (+1.51%), sektor consumer goods (+0.18%), sektor finance (+1.15%), sektor infrastructure (+0.29%), sektor mining (-0.92%), sektor misc-industries (-0.37%), dan sektor trade (+0.47%)

Tercatat sebanyak 163 saham mengalami penguatan, 102 saham mengalami penurunan, 93 saham tidak mengalami perubahan dan 112 saham tidak diperdagangkan sama sekali.

Saham-saham yang menempati top gainers a.I BMRI (+1.52%), BBRI (+1.17%), UNVR (+1.11%), BBNI (+2.13%), dan MEGA (+12.50%). Sementara itu saham-saham yang menempati top losers a.I. ASII (-0.65%), ITMG (-3.68%), PGAS (-0.93%), PLIN (-16.00%), dan ADRO (-2.01%).

Asing tercatat melakukan net sell di pasar reguler sebesar Rp216 miliar dengan saham yang paling banyak dijual a.l. ASII, BKSL, INDF, ITMG, dan ADRO. Mata uang Rupiah terdepresiasi ke 9,720 per Dollar AS.

Secara teknikal kenaikan IHSG kemarin menghasilkan sinyal golden cross pada indikator slow stochastic, hal ini mengindikasikan hari ini IHSG kembali akan mengalami penguatan di mana hal ini juga didukung oleh adanya peningkatan yang signifikan pada volume chart. Dengan support 4,750 dan resistance 4,900. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah : AALI, BHIT, IMAS.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads