Terhambat Profit Taking, IHSG Masih Bisa Naik 8 Poin

Terhambat Profit Taking, IHSG Masih Bisa Naik 8 Poin

- detikFinance
Rabu, 20 Mar 2013 15:53 WIB
Terhambat Profit Taking, IHSG Masih Bisa Naik 8 Poin
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 8 poin setelah ada aksi beli selektif di saham-saham lapis dua. Koreksi saham-saham unggulan, terutama di sektor komoditas, menahan laju penguatan indeks.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 9.730 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 9.705 per dolar AS.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka bertambah 13,314 poin (0,28%) ke level 4.835,941 terdorong sentimen positif menguatnya bursa-bursa Asia. Investor masih berhati-hati dalam bertransaksi mengingat krisis Uni Eropa yang kembali mencuat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski belum terlalu ramai, aksi beli mulai kembali terjadi menyasar saham-saham lapis dua. Berkat aksi beli itu indeks sempat mendaki hingga ke posisi tertingginya hari ini di level 4.843,387.

Sayangnya, aksi ambil untung di saham-saham unggulan mulai marak terjadi. Indeks pun langsung meluncur tajam ke posisi terendahnya di level 4.809,204.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG terpangkas 13,164 poin (0,27%) ke level 4.809,463 menyusul aksi ambil untung di saham-saham unggulan. Untungnya, indeks masih bisa bertahan di level psikologis 4.800.

Menguatnya pasar-pasar saham regional berhasil memberi semangat kepada pelaku pasar domestik untuk lakukan aksi beli. Indeks pun balik arah ke zona hijau menjelang penutupan perdagangan.

Mengakhiri perdagangan, Rabu (20/3/2013), IHSG ditutup naik 8,873 poin (0,18%) ke level 4.831,500. Sementara Indeks LQ45 ditutup menguat 1,248 poin (0,15%) ke level 823,527.

Koreksi saham-saham unggulan, terutama di sektor komoditas, menahan laju penguatan indeks. Sektor agrikultur dan pertambangan terkena koreksi paling dalam akibat aksi ambil untung.

Perdagangan hari ini berjalan ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 184.037 kali pada volume 8,117 miliar lembar saham senilai Rp 7,484 triliun. Sebanyak 146 saham naik, sisanya 132 saham turun, dan 82 saham stagnan.

Bursa-bursa di regional pagi hari ini bergerak mixed dengan kecenderungan menguat pagi hari ini. Pasar saham China memimpin penguatan dengan lonjakan lebih dari dua persen meski dibayangi krisis utang Uni Eropa.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia hingga sore hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai melesat 59,94 poin (2,66%) ke level 2.317,37. Β 
  • Indeks Hang Seng melemah 214,58 poin (0,97%) ke level 22.256,44. Β 
  • Indeks Straits Times turun 13,40 poin (0,41%) ke level 3.255,73. Β 

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Taisho (SQBI) naik Rp 4.000 ke Rp 238.000, Indocement (INTP) naik Rp 750 ke Rp 23.150, Lippo Cikarang (LPCK) naik Rp 650 ke Rp 6.700, dan Akasha Wira (ADES) naik Rp 325 ke Rp 3.775.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.300 ke Rp 36.700, Lion Metal (LION) turun Rp 400 ke Rp 13.100, United Tractor (UNTR) turun Rp 350 ke Rp 18.650, dan Mitra Adiperkasa (MAPI) turun Rp 350 ke Rp 8.050.

(ang/dru)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads