IHSG Jatuh 28 Poin Kena Tekanan Jual di Akhir Perdagangan

IHSG Jatuh 28 Poin Kena Tekanan Jual di Akhir Perdagangan

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Kamis, 21 Mar 2013 16:10 WIB
IHSG Jatuh 28 Poin Kena Tekanan Jual di Akhir Perdagangan
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh 28 poin setelah marak terjadi aksi jual di penghujung perdagangan. Investor asing getol ambil untung, dana asing mengalir keluar lantai bursa dengan nilai signifikan.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup stagnan di posisi Rp 9.730 per dolar AS sama seperti posisi pada penutupan perdagangan kemarin.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG bertambah 9,704 poin (0,20%) ke level 4.841,204 mengikuti positifnya bursa global dan regional. Langkah The Federal Reserve yang berniat mempertahankan stimulus bisa terus menggenjot pemulihan ekonomi AS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saham-saham unggulan jadi target beli investor kali ini, sedangkan saham-saham lapis dua yang kemarin naik terkena aksi ambil untung. Sempat menanjak sampai ke level 4.855,201 akhirnya laju IHSG mulai melambat.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG naik tipis 5,621 poin (0,12%) ke level 4.837,121 meski di tengah gempuran aksi ambil untung saham-saham unggulan. Indeks ditopang penguatan saham-saham konstruksi.

Jelang penutupan, aksi jula mulai ramai. Investor berlomba-lomba ambil untung setelah melihat investor asing banyak melepas saham.

Menutup perdagangan, Kamis (21/3/2013), IHSG terpangkas 28,834 poin (0,60%) ke level 4.802,666. Sementara Indeks LQ45 terkoreksi 7,395 poin (0,90%) ke level 816.

Saham-saham unggulan jadi target aksi ambil untung. Transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 421,65 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 210.822 kali pada volume 8,557 miliar lembar saham senilai Rp 8,1 triliun. Sebanyak 110 saham naik, sisanya 163 saham turun, dan 103 saham stagnan.

Banyaknya transaksi yang dilakukan di pasar negosiasi membuat volume dan nilai perdagangan hari ini melonjak tinggi. Rata-rata broker besar mencatat nilai transaksi lebih dari Rp 500 miliar.

Positifnya data manufaktur China mendorong bursa-bursa di Asia menguat, kecuali pasar saham Hong Kong yang terkena koreksi tipis. Penguatan paling tinggi dialami bursa saham Jepang.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional hingga sore hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai naik 6,87 poin (0,30%) ke level 2.324,24.  
  • Indeks Hang Seng turun 30,56 poin (0,14%) ke level 22.225,88.  
  • Indeks Nikkei 225 melonjak 167,46 poin (1,34%) ke level 12.635,69.  
  • Indeks Straits Times menguat 18,46 poin (0,57%) ke level 3.266,86.  

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 950 ke Rp 78.950, Pioneerindo (PTSP) naik Rp 750 ke Rp 3.750, Elang Mahkota (EMTK) naik Rp 500 ke Rp 5.900, dan Unilever (UNVR) naik Rp 250 ke Rp 22.800.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.650 ke Rp 35.050, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 950 ke Rp 13.800, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 600 ke Rp 47.150, dan Tigaraksa (TGKA) turun Rp 400 ke Rp 3.300.

(ang/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads