IHSG Anjlok 74 Poin di Akhir Pekan

IHSG Anjlok 74 Poin di Akhir Pekan

- detikFinance
Jumat, 22 Mar 2013 16:04 WIB
IHSG Anjlok 74 Poin di Akhir Pekan
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 74 poin atas maraknya aksi jual di seluruh lapisan saham. Aksi jual ini dipicu oleh banyaknya sentimen negatif yang beredar di pasar global dan regional.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup stagnan di posisi Rp 9.730 per dolar AS sama seperti posisi pada penutupan perdagangan kemarin.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka turun tipis 4,038 poin (0,08%) ke level 4.798,628 atas maraknya sentimen negatif yang beredar di akhir pekan ini. Aksi jual sudah marak terjadi sejak pembukaan perdagangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Indeks langsung terhempas dari level 4.800 akibat tekanan jual sampai di posisi terendahnya di 4.721,316. Indeks sempat menanjak hingga ke zona merah meski hanya naik tipis saja.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG turun 6,101 poin (0,13%) ke level 4.796,565 bergerak fluktuatif dalam rentang yang tipis menyusul maraknya sentimen negatif dari pasar global dan regional.

Saham-saham unggulan lagi-lagi jadi target aksi jual. Beberapa saham lapis dua masih menjadi penopang bursa meski sia-sia karena tekanan jual masih sangat tinggi.

Mengakhiri perdagangan akhir pekan, Jumat (22/3/2013), IHSG ditutup anjlok 79,507 poin (1,66%) ke level 4.723,159. Sementara Indeks LQ45 ditutup terjun 17,273 poin (2,12%) ke level 798,859.

Seluruh indeks sektoral jatuh ke zona merah gara-gara tekanan jual yang semakin marak jelang penutupan perdagangan. Investor asing dan domestik ramai-ramai lepas saham.

Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 186,04 miliar di pasar reguler dan negosiasi.

Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 183.653 kali pada volume 7,12 miliar lembar saham senilai Rp 7,583 triliun. Sebanyak 61 saham naik, sisanya 221 saham turun, dan 74 saham stagnan.

Bursa-bursa dia Asia menutup perdagangan akhir pekan dengan rata-rata melemah gara-gara sentimen negatif krisis Republik Siprus di Uni Eropa. Pasar saham China jadi satu-satunya bursa yang menguat menyusul positifnya data manufaktur setempat.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia sore hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai naik 4,04 poin (0,17%) ke level 2.328,28.  
  • Indeks Hang Seng melemah 110,58 poin (0,50%) ke level 22.115,30.  
  • Indeks Nikkei 225 anjlok 297,16 poin (2,35%) ke level 12.338,53.  
  • Indeks Straits Times turun 5,67 poin (0,17%) ke level 3.261,98.  

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Bank Danamon (BDMN) naik Rp 350 ke Rp 6.350, Siantar Top (STTP) naik Rp 240 ke Rp 1.230, Surya Citra (SCMA) naik Rp 225 ke Rp 2.800, dan Elang Mahkota (EMTK) naik Rp 200 ke Rp 6.100.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.750 ke Rp 33.300, United Tractor (UNTR) turun Rp 1.050 ke Rp 17.300, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.050 ke Rp 46.100, dan Mayora (MYOR) turun Rp 1.000 ke Rp 26.000.

(ang/dru)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads