IHSG Diprediksi Rebound

Rekomendasi Saham

IHSG Diprediksi Rebound

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Senin, 25 Mar 2013 07:37 WIB
IHSG Diprediksi Rebound
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhir pekan lalu anjlok 79 poin atas maraknya aksi jual di seluruh lapisan saham. Aksi jual ini dipicu oleh banyaknya sentimen negatif yang beredar di pasar global dan regional.

Mengakhiri perdagangan akhir pekan, Jumat (22/3/2013), IHSG ditutup anjlok 79,507 poin (1,66%) ke level 4.723,159. Sementara Indeks LQ45 ditutup terjun 17,273 poin (2,12%) ke level 798,859.

Wall Street menanjak di akhir pekan berkat adanya optimisme kesepakatan bailout Republik Siprus. Namun dalam sepekan ini, Wall Street kembali terkoreksi untuk pekan keduanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan Jumat waktu setempat, Indeks Dow Jones naik 90,54 poin (0,63%) ke level 14.512,03. Indeks Standard & Poor's 500 bertambah 11,09 poin (0,72%) ke level 1.556,89. Indeks Komposit Nasdaq melaju 22,40 poin (0,70%) ke level 3.245,00.

Hari ini, IHSG diprediksi akan rebound dibantu oleh penguatan pasar global dan regional. Sentimen positif ini bisa sedikit menepis kabar negatif dari Republik Siprus.

Pergerakan bursa-bursa di regional pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 melonjak 170,57 poin (1,38%) ke level 12.509,10. Β 
  • Indeks KOSPI naik 20,92 poin (1,07%) ke level 1.969,63. Β 

Rekomendasi saham untuk hari ini:
Panin Sekuritas
IHSG pada perdagangan terakhir pekan lalu ditutup melemah didorong oleh kekhawatiran akan krisis utang Eropa. Bank Sentral Eropa memberikan waktu hingga 25 Maret kepada Cyprus untuk memenuhi ketentuan bailout agar terhindar dari kejatuhan finansial. Data manufaktur Jerman bulan Maret
mengalami penurunan dan juga output manufaktur dan jasa kawasan Eropa mengalami kontraksi. Demikian pula indeks kepercayaan Bisnis Jerman yang melemah di luar ekspektasi. Dari dalam negeri terus melemahnya nilai tukar rupiah menjadi katalis negatif. Selain itu kami juga melihat investor memanfatkan berita ketidakpastian di Eropa untuk momentum profit taking. Mengawali pekan ini kami proyeksikan IHSG akan bergerak pada kisaran support –resistance 4.670-4.750. Pergerakan indeks juga akan dibayangi oleh wacana demo besar di Ibukota hari ini.

eTrading Securities
Pada perdagangan akhir pekan lalu, IHSG ditutup turun -79.51 poin (-1.66%) ke 4,723.16 dengan jumlah transaksi sebanyak 14.46 juta lot atau setara dengan Rp7.67 triliun.

Pergerakan sektor-sektor IHSG a.l sektor agricultural (-1.22%), sektor basic-industries (-2.06%), sektor construction and property (-2.23%), sektor consumer goods (-2.45%), sektor finance (-1.36%), sektor infrastructure (-1.00%), sektor mining (-2.99%), sektor misc-industries (-1.09%), dan sektor trade (-1.28%)

Tercatat sebanyak 68 saham mengalami penguatan, 200 saham mengalami penurunan, 83 saham tidak mengalami perubahan dan 113 saham tidak diperdagangkan sama sekali.

Saham-saham yang menempati top gainers a.I BDMN (+5.83%), PGAS (+1.85%), SCMA (+8.74%), EMTK (+3.39%), dan TSPC (+4.29%). Sementara itu saham-saham yang menempati top losers a.I. BBRI (-2.86%), UNVR (-3.07%), BBNI (-5.24%), ASII (-1.32%), dan TLKM (-1.86%).

Asing tercatat melakukan net sell di pasar reguler sebesar Rp441 miliar dengan saham yang paling banyak dijual a.l. BBRI, SMGR, UNTR, INDF, dan ASRI. Mata uang Rupiah terdepresiasi ke 9,777 per Dollar AS.

Secara teknikal penurunan IHSG akhir pekan lalu menembus batas support level 4,750. Untuk hari senin diperkirakan IHSG masih akan terkoreksi, di mana hal ini terlihat dari indikator Stochastic, RSI dan MACD yang menghasilkan sinyal bearish yang masih akan berlanjut. Dengan support 4,650 dan resistance 4,850. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah : CTRS, MPPA, SCMA.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads