Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka bertambah 4,090 poin (0,09%) ke level 4.803,754 meski dibayangi sentimen negatif dari krisis Republik Siprus di Uni Eropa. Indeks kembali menembus level 4.800.
Meski belum marak, tapi aksi beli terjadi di saham-saham unggulan. Aksi beli ini sejalan diimbangi dengan aksi ambil untung yang banyak terjadi di saham-saham berbasis konsumer.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pergerakan indeks tidak terlalu bergairah, masih dalam rentang yang tipis. Meski terkesan bergerak lambat, IHSG masih bisa menghindari zona merah berkat aksi beli selektif investor.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 90.815 kali pada volume 2,837 miliar lembar saham senilai Rp 3,729 triliun. Sebanyak 115 saham naik, sisanya 100 saham turun, dan 113 saham stagnan.
Bursa-bursa di regional masih terjebak di zona merah hingga siang hari ini gara-gara maraknya sentimen negatif dari pasar global. Pasar modal Singapura masih bertahan di zona hijau.
Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai anjlok 34,40 poin (1,48%) ke level 2.292,31. Â
- Indeks Hang Seng turun 74,46 poin (0,33%) ke level 22.176,69. Â
- Indeks Nikkei 225 melemah 47,32 poin (0,38%) ke level 12.499,14. Â
- Indeks Straits Times naik 8,02 poin (0,25%) ke level 3.275,50. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Indocement (INTP) naik Rp 600 ke Rp 22.800, Semen Indonesia (SMGR) naik Rp 500 ke Rp 18.000, Lion Metal (LION) naik Rp 450 ke Rp 13.800, dan Bayan (BYAN) naik Rp 400 ke Rp 7.800.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Lippo General Insurance (LPGI) turun Rp 650 ke Rp 2.750, Unilever (UNVR) turun Rp 550 ke Rp 22.200, BCA (BBCA) turun Rp 150 ke Rp 10.750, Ciputra Surya (CTRS) turun Rp 125 ke Rp 2.825.
(ang/dru)











































