Waspadai Tekanan Jual

Rekomendasi Saham

Waspadai Tekanan Jual

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Kamis, 28 Mar 2013 08:20 WIB
Waspadai Tekanan Jual
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin melesat 85 poin mencetak rekor tertingginya barunya sepanjang masa. Banyaknya sentimen positif membuat aksi beli makin marak di lantai bursa.

Menutup perdagangan, Rabu (27/3/2013), IHSG melesat 85,583 poin (1,77%) ke level 4.928,102. Sementara Indeks LQ45 menanjak 15,567 poin (1,90%) ke level 834,411.

Posisi tersebut merupakan rekor tertinggi IHSG sepanjang masa yang paling baru. Rekor terakhir yang dicetak IHSG ada di level 4.874,495 pada 8 Maret 2013 lalu, setelah naik 26,196 poin (0,54%).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saham-saham di Wall Street terkena koreksi setelah munculnya kembali kekhawatiran atas krisis Uni Eropa (UE) menjelang penyelamatan Rpeublik Siprus oleh UE dan IMF.

Pada penutupan perdagangan Rabu waktu setempat, Indeks Dow Jones melemah 33,49 poin (0,23%) ke level 14.526,16. Indeks S&P 500 berkurang 0,92 poin (0,06%) ke level 1.562,85, sementara Indeks Komposit Nasdaq menipis 4,04 poin (0,12%) ke level 3.256,52.

Hari ini, IHSG diprediksi akan dapat tekanan jual menyusul sentimen negatif yang datang dari pasar global dan regional. Posisi indeks yang sudah tinggi bisa dimanfaatkan pelaku pasar untuk mengambil untung.

Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 melemah 103,54 poin (0,83%) ke level 12.390,25. Β 
  • Indeks KOSPI menipis 1,34 poin (0,07%) ke level 1.992,10. Β 

Rekomendasi saham untuk hari ini:
eTrading Securities
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup naik 85.58 poin (+1.77%) ke 4,928.10 dengan jumlah transaksi sebanyak 16.58 juta lot atau setara dengan Rp8.27 triliun.

Pergerakan sektor-sektor IHSG a.l sektor agricultural (+1.26%), sektor basic-industries (+1.39%), sektor construction and property (+1.76%), sektor consumer goods (+1.99%), sektor finance (+2.47%), sektor infrastructure (+0.75%), sektor mining (+1.13%), sektor misc-industries (+2.24%), dan sektor trade (+1.68%)

Tercatat sebanyak 198 saham mengalami penguatan, 69 saham mengalami penurunan, 110 saham tidak mengalami perubahan dan 94 saham tidak diperdagangkan sama sekali.

Saham-saham yang menempati top gainers a.I BMRI (+4.17%), BBCA (+3.29%), ASII (+2.58%), BBNI (+3.63%), dan UNTR (+3.71%). Sementara itu saham-saham yang menempati top losers a.I. TOWR (-1.89%), INCO (-2.02%), MLPL (-5.00%), KRAS (-1.52%), dan BJTM (-1.92%).

Asing tercatat melakukan net buy di pasar reguler sebesar Rp872 miliar dengan saham yang paling banyak dibeli a.l. BMRI, BBNI, BBRI, BBCA, dan SMGR. Mata uang Rupiah terapresiasi ke 9,725 per Dollar AS.

Secara teknikal kenaikan IHSG kemarin menciptakan level all time high yang baru dengan formasi long white body candlestick. Hal ini menciptakan breakout yang solid, hingga hari ini diperkirakan IHSG masih akan mengalami penguatan di mana hal ini juga dikonfirmasi oleh indikator stochastic yang menghasilkan sinyal bullish. Dengan support 4,850 dan resistance 5,000. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah : BMRI, MPPA, MYOR.

Trust Securities
Laju positif mayoritas bursa saham Asia yang dibarengi dengan banyaknya rilis laporan keuangan dari para emiten menghijaukan IHSG. Apalagi sebelumnya pasar saham Eropa dan AS ditutup di teritori positif setelah rilis beberapa data ekonomi AS tercatat naik sehingga mengesampingkan masalah bailout Cyprus. Apalagi terdapat revisi pernyataan dari Kepala Eurogroup bahwa tujuannya merampingkan perbankan Cyprus ialah untuk memperkuat permodalan sehingga akan mampu bertahan dari krisis berikutnya. Pelaku pasar mengapresiasi positif pernyataan tersebut dan memanfaatkan momen tersebut untuk kembali memburu saham. Posisi IHSG yang berhasil melewati level 4800an pasca penyesuaian angka closing sebelumnya membuat IHSG pun memperbarui posisi tertinggi terbarunya meski secara tidak sadar telah membuat gap di level 4786-4798. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.928,10 (level tertingginya) di akhir sesi 2 dan menyentuh level 4.853,88 (level terendahnya) di awal sesi 1 dan berakhir di level 4.928,10. Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.

Pada perdagangan Kamis (28/3) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4846-4858 dan resistance 4945-4965. Berpola menyerupai three white soldier dekati upper bollinger bands (UBB). MACD upreversal dengan histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic upreversal. Dengan terbentuknya pola teknikal tersebut diharapkan masih dapat mempertahankan posisi IHSG di zona hijau pada akhir perdagangan di pekan ini yang juga merupakan akhir penyampaian rilis laporan keuangan emiten meskipun tetap harus mewaspadai adanya potensi pelemahan setelah sentuh new high record.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads