"WIKA akan konsentrasi di project management services jadi kita yang mengatur manajemen dan tenaga kerja. Ini paling kompetitif untuk Indonesia bisa bersaing," ungkap Direktur SDM dan Pengembangan Usaha WIKA Tonny Warsono di Gedung Kemenlu Jakarta, Kamis (28/3/2013).
Untuk alat dan material, WIKA akan bekerja sama dengan perusahaan lokal setempat. Cara ini menurutnya agar negara lain lebih mengenal reputasi WIKA. Lebih lanjut ia menuturkan, cara ini akan dilakukan WIKA saat memulai pembangunan perumahan di Northern Park Myanmar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun ia mengakui omset yang didapat perseroan dari sistem ini cukup kecil bila dibandingkan menjadi kontraktor utama. Tetapi penerimaan margin cukup besar dari project management services system ini.
"Misalnya kalo kita pakai sistem kontraktor utama kemungkinan rugi besar bisa diatas 50%. Kalaupun untung di bawah 5%. Kalo pakai project management services itu bisa double digit. Bisa 12% tetapi omsetnya kecil dan margin nya tebal. Kalo rugi kan ulang semua. Itu strategi kecuali untuk daerah-daerah yang sudah diorientasi itu pakai kontraktor utama. Di Timur Leste kita pakai sistem kontraktor utama," cetusnya.
(wij/ang)











































