Direktur Utama Bank Saudara Mardyantoro Purbo mengatakan, pembagian dividen itu telah disepakati oleh para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang telah digelar Perseroan hari ini.
"Pemegang saham Bank Saudara telah sepakat untuk menggunakan sebagian dari perolehan laba bersih di sepanjang 2012 untuk dividen tunai," kata Mardyantoro usai RUPST, di Jakarta, Selasa (2/4/13).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Akan dibayarkan secepatnya, bulan Mei ini. Pembagian dividen ini adalah bentuk apresiasi kami kepada pemegang saham," kata dia.
Sepanjang tahun 2012, perseroan berhasil mengantongi laba bersih sebesar Rp 118,84 miliar di sepanjang tahun 2012. Angka tersebut lebih tinggi 31,99% jika dibandingkan dengan perolehan laba bersih tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp 90,04 miliar.
Kenaikan laba bersih tersebut juga diikuti dengan pertumbuhan aset perseroan. Sepanjang tahun 2012, perseroan membukukan kenaikan aset sebesar 49,85% menjadi Rp 7,62 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 5,09 triliun.
Buka 15 Kantor Cabang
Bank yang 52% sahamnya dikuasai pengusaha Arifin Panigoro ini terus memperluas ekspansinya. Tahun ini, pihaknya akan membuka 15 kantor cabang baru yang tersebar di wilayah Jawa, Madura, dan Palembang.
Mardyantoro mengatakan, perseroan telah menganggarkan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 75 miliar di tahun ini yang seluruhnya diproleh dari internal kas perseroan.
"Kita akan buka 15 cabang baru dengan menyediakan capex Rp 70 miliar dari internal kas semua. Yang Rp 25 miliar untuk IT, sisanya untuk buka jaringan kantor itu," kata dia.
Dia menyebutkan, selama ini kebanyakan kantor cabang Bank Saudara berada di wilayah Bandung karena memang sesuai dengan letak kantor pusat perseroan. Untuk itu, pihaknya akan mulai menyasar ke berbagai wilayah untuk mengembangkan bisnisnya itu.
Dia menambahkan, untuk menunjang kinerja Perseroan di tahun 2012 lalu, Bank Saudara telah membuka jaringan-jaringan kantor baru di lokasi-lokasi strategis. Hingga 2012, perseroan telah memiliki 16 kantor cabang, 72 kantor pembantu, 17 kantor kas, 3 kas mobil dan 1 kantor pusat.
"Dengan demikian jumlah kantor keseluruhan mencapai 109 kantor yang terbesar di pulau Jawa dan Bali," kata dia.
(ang/ang)










































