Seperti dikutip dari laporan kinerja keuangan BUMI, Rabu (3/4/2013), perusahaan tambang itu mencatat penurunan pendapatan di 2012, dari tahun sebelumnya US$ 4 miliar menjadi hanya US$ 3,8 miliar.
Selain itu, perseroan juga mengalami kerugian transaksi derivatif sebesar US$ 344,86 juta di 2012, bandingkan dengan keuntungan derivatif di 2011 yang mencapai US$ 66,06 juta. Beban utang yang naik juga menyumbang tambahan dalam rugi perseroan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kerugian juga terjadi di anak usahanya, yaitu PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) mencatat rugi sebesar US$ 29,71 juta (Rp 282,2 miliar) di 2012, dibandingkan laba di tahun 2011 sebesar US$ 77,96 juta (Rp 740,6 miliar.
Kerugian ini diakibatkan kontribusi laba bersih dari salah satu anak usaha perseroan, PT Newmont Nusa Tenggara (NNT), yang mengalami penurunan produksi.
(ang/ang)










































