Gara-gara Derivatif, Perusahaan Tambang Bakrie Rugi Rp 6,2 Triliun

Gara-gara Derivatif, Perusahaan Tambang Bakrie Rugi Rp 6,2 Triliun

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Rabu, 03 Apr 2013 07:56 WIB
Gara-gara Derivatif, Perusahaan Tambang Bakrie Rugi Rp 6,2 Triliun
Jakarta - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatat kerugian sebesar US$ 666,21 juta di 2012 atau setara Rp 6,328 triliun (kurs Rp 9.500/dolar AS). Padahal, di 2011 lalu salah satu anak usaha Grup Bakrie ini mencatat laba US$ 216,29 juta (Rp 2,05 triliun).

Seperti dikutip dari laporan kinerja keuangan BUMI, Rabu (3/4/2013), perusahaan tambang itu mencatat penurunan pendapatan di 2012, dari tahun sebelumnya US$ 4 miliar menjadi hanya US$ 3,8 miliar.

Selain itu, perseroan juga mengalami kerugian transaksi derivatif sebesar US$ 344,86 juta di 2012, bandingkan dengan keuntungan derivatif di 2011 yang mencapai US$ 66,06 juta. Beban utang yang naik juga menyumbang tambahan dalam rugi perseroan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sehingga, dalam empat bulan terakhir 2012, emiten berkode BUMI itu mengalami rugi US$ 34,21 juta dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya kerugiannya hanya US$ 8,3 juta.

Kerugian juga terjadi di anak usahanya, yaitu PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) mencatat rugi sebesar US$ 29,71 juta (Rp 282,2 miliar) di 2012, dibandingkan laba di tahun 2011 sebesar US$ 77,96 juta (Rp 740,6 miliar.

Kerugian ini diakibatkan kontribusi laba bersih dari salah satu anak usaha perseroan, PT Newmont Nusa Tenggara (NNT), yang mengalami penurunan produksi.

(ang/ang)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads