Penguatan Pasar Global Bisa Dorong IHSG Menguat

Rekomendasi Saham

Penguatan Pasar Global Bisa Dorong IHSG Menguat

- detikFinance
Rabu, 03 Apr 2013 08:13 WIB
Penguatan Pasar Global Bisa Dorong IHSG Menguat
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin naik 19 poin didorong penguatan saham-saham lapis dua. Atas penguatan ini indeks menembus rekor tertingginya sepanjang masa.

Menutup perdagangan, Selasa (2/4/2013), IHSG naik 19,676 poin (0,40%) ke level 4.957,251. Sementara Indeks LQ45 menguat 3,496 poin (0,42%) ke level 837,016. Indeks juga sempat menembus level intraday tertingginya di level 4.968,311.

Rekor tertinggi IHSG sebelumnya berada di level 4.940,986 pada penutupan perdagangan Kamis 28 Maret 2013. Saat itu, IHSG ditutup 12,884 poin (0,26%).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wall Street berhasil menguat berkat saham-saham sektor kesehatan dan data produksi pabrik AS yang menunjukkan ekonomi tumbuh secara perlahan. Indeks S&P 500 cetak rekor baru.

Pada penutupan perdagangan Selasa waktu setempat, Indeks Dow Jones naik 89,16 poin (0,61%) ke level 14.662,01. Indeks Standard & Poor's 500 menguat 8,08 poin (0,52%) ke level 1.570,25. Indeks Komposit Nasdaq bertambah 15,69 poin (0,48%) ke level 3.254,86.

Hari ini, IHSG diprediksi akan lanjutkan penguatan dibantu sentimen positif dari pasar saham global. Namun perlu diperhatikan jika terjadi aksi ambil untung atas posisi IHSG yang sudah tinggi.

Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 melonjak 226,70 poin (1,89%) ke level 12.230,13.
  • Indeks KOSPI menipis 0,34 poin (0,02%) ke level 1.985,81. Β 

Rekomendasi saham untuk hari ini:
Panin Sekuritas
IHSG kemarin berhasil reboud setelah sehari sebelumnya mencatat terkoreksi tipis. Kenaikan IHSG terjadi ditengah berbagai sentimen negatif dari baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Data manufaktur AS tercatat meleset dari perkiraan dan juga data ekonomi dari China, Jepang, dan Korea yang dibawah ekspektasi. Ekspansi manufaktur AS bulan Maret yang lebih rendah dari perkiraan, yaitu 51.3 (perkiraan 54). Data pengangguran di kawasan eropa yang akan diumumkan hari ini kemungkinan akan mencapai rekor terburuk di bulan Feb, yaitu di level 12%.Data manufaktur China bulan Maret tercatat 50.9 atau lebih rendah dari konsensus yang sebesar 51.2. Sedangkan data dari Indonesia seperti Inflasi Maret sebesar 0,63% dan defisit neraca perdagangan US$ 327juta juga lebih buruk dari estimasi. Hari ini kami proyeksikan IHSG akan bergerak konsolidasi dengan kisaran support-resistance 4.930-4.975.

eTrading Securities
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup naik 19.68 poin (+0.39%) ke 4,957.25 dengan jumlah transaksi sebanyak 17.15 juta lot atau setara dengan Rp5.93 triliun.

Pergerakan sektor-sektor IHSG a.l sektor agricultural (-0.10%), sektor basic-industries (+0.18%), sektor construction and property (-0.87%), sektor consumer goods (+1.42%), sektor finance (-0.03%), sektor infrastructure (+0.84%), sektor mining (+0.53%), sektor misc-industries (+1.37%), dan sektor trade (-0.03%)

Tercatat sebanyak 163 saham mengalami penguatan, 113 saham mengalami penurunan, 96 saham tidak mengalami perubahan dan 99 saham tidak diperdagangkan sama sekali.

Saham-saham yang menempati top gainers a.I ASII (+1.27%), UNVR (+2.26%), TLKM (+1.40%), JSMR (+6.67%), dan GGRM (+1.83%). Sementara itu saham-saham yang menempati top losers a.I. PGAS (-1.71%), BBNI (-2.48%), CPIN (-1.96%), BSSR (-24.82%), dan BMRI (-0.51%).

Asing tercatat melakukan net buy di pasar reguler sebesar Rp391 miliar dengan saham yang paling banyak dibeli a.l. GGRM, UNTR, LPPF, JSMR, dan BBRI. Mata uang Rupiah terapresiasi ke 9,739 per Dollar AS.

Secara teknikal kenaikan IHSG kemarin kembali menghasilkan level all time high yang baru dengan level intraday tertinggi pada level 4,968. Untuk hari ini diperkirakan IHSG akan menguat di mana hal ini terlihat dari adanya peningkatan pada volume chart. Dengan support 4,850 dan resistance 5,000. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah : JSMR, MYOR, ULTJ.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads