IHSG Cetak Rekor Baru, Tapi Belum Mampu Tembus 5.000

IHSG Cetak Rekor Baru, Tapi Belum Mampu Tembus 5.000

- detikFinance
Rabu, 03 Apr 2013 16:12 WIB
IHSG Cetak Rekor Baru, Tapi Belum Mampu Tembus 5.000
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju 24 poin berkat aksi beli investor asing di saham-saham unggulan. Indeks hanya butuh 19 poin lagi untuk bisa menembus level 5.000.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup Rp melemah di posisi Rp 9.750 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 9.735 per dolar AS.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka menanjak 24,534 poin (0,49%) ke level 4.981,785 didorong sentimen positif dari pasar global dan regional. Penguatan indeks ini semakin mendekati level 5.000.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sayangnya, setelah menembus rekor intraday tertingginya sepanjang masa di 4.985,852 indeks langsung terkena aksi ambil untung. Indeks pun sempat terjerembab ke zona merah.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG naik 11,651 poin (0,24%) ke level 4.968,902. Setelah naik tinggi, indeks sempat jatuh gara-gara aksi ambil untung.

Perburuan saham-saham di sektor finansial, terutama saham bank, yang membuat indeks bisa kemblai ke zona hijau. Saham-saham lapis dua di sektor infrastruktur juga ikut membantu penguatan indeks.

Mengakhiri perdagangan, Rabu (3/4/2013), IHSG ditutup melaju 24,215 poin (0,49%) ke level 4.981,466. Sementara Indeks LQ45 ditutup naik 6,475 poin (0,77%) ke level 843,491.

Tiga hari berturut-turut indeks mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Rekor ini dibantu oleh dana asing yang terus mengalir masuk lantai bursa sejak awal tahun ini.

Rekor tertinggi IHSG sebelumnya ada di level 4.957,251 pada penutupan perdagangan kemarin, setelah indeks naik 19,676 poin (0,40%).

Tujuh sektor berhasil menguat, dipimpin oleh infrastruktur dan pertambangan, sehingga membantu pencetakan rekor IHSG. Sayangnya, penguatan IHSG terhambat oleh koreksi saham-saham konstruksi, aneka industri dan agrikultur.

Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 186.356 kali pada volume 7,838 miliar lembar saham senilai Rp 6,791 triliun. Sebanyak 119 saham naik, sisanya 140 saham turun, dan 106 saham stagnan.

Bursa-bursa di regional menutup perdagangan hari ini dengan mixed. Pasar saham Jepang melonjak tinggi menjelang pertemuan dua hari Bank Sentral Jepang guna membahas pertumbuhan ekonomi.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia hingga sore hari ini:


  • Indeks Komposit Shanghai melemah 2,45 poin (0,11%) ke level 2.225,29.  
  • Indeks Hang Seng turun 30,33 poin (0,14%) ke level 22.337,49.  
  • Indeks Nikkei 225 melonjak 358,77 poin (2,99%) ke level 12.362,20.  
  • Indeks Straits Times naik 6,31 poin (0,19%) ke level 3.323,90.  

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 1.700 ke Rp 37.700, Inti Bangun (IBST) naik Rp 1.150 ke Rp 6.950, Fast Food (FAST) naik Rp 1.100 ke Rp 12.200, dan Indofood CBP (ICBP) naik Rp 800 ke Rp 10.600.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 950 ke Rp 52.000, Lion Metal (LION) turun Rp 600 ke Rp 13.000, Akasha Wira (ADES) turun Rp 450 ke Rp 4.200, dan Lippo Cikarang (LPCK) turun Rp 250 ke Rp 6.150.


(ang/dru)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads