"Kita memang dalam langkah mengupayakan IPO, cuma proses IPO kan panjang, kita berharap bisa IPO secepatnya. Mungkin dalam jangka menengah bisa IPO, dua tahun lagi jadi let's see proses sudah 2 tahun lah," kata Komisaris PT Blue Bird Bayu Priawan Djokosentono di kantor HIPMI Jakarta, Kamis (4/4/2013).
Untuk itu menurutnya pihaknya terus melakukan pembaharuan efisiensi dan masih fokus di level quality service, pengembangan taksi, infrastruktur, sistem, maintain quality.
Sementara itu, pihaknya belum mau mempersiapkan beberapa target termasuk berinvestasi ke luar negeri. Ia mengakui negara seperti Vietnam, Singapura dan Malaysia pernah menjadi bidikan dari perusahaan ini. Tetapi masih banyak pertimbang yang diperhitungkan oleh perusahaan tersebut.
"Beberapa potensi pernah seperti Vietnam dan Kuala Lumur, Singapura itu kita anggap target. Tetapi di Kuala Lumpur belum, itu wacana pengembangan. Belum ada road map serius ke Asean, Malaysia untuk transportasi taksi masih negatif list, kita ga bisa serta merta ke sana. Vietnam kita belum yakin dengan market dan pemerintahnya. Sedangkan Singapura pasarnya sudah jenuh," tegasnya.
(wij/ang)











































