Ades Tak Temukan Data Keuangan yang Hilang

Ades Tak Temukan Data Keuangan yang Hilang

- detikFinance
Jumat, 08 Okt 2004 14:03 WIB
Jakarta - Manajemen baru perusahaan air minum PT Ades Alfindo Puterasetia Tbk (ADES) mengaku tidak berhasil menemukan data keuangan yang hilang sehubungan dugaan perbedaan pencatatan volume penjualan dan produksi sejak 2001. "Meskipun telah melakukan berbagai upaya sampai saat ini kami sebagai manajemen baru ADES, tidak berhasil menemukan data keuangan penting yang hilang. Sehingga kami terpaksa berasumsi bahwa data tersebut tidak ada," kata Etienne Benet, Direktur Ades dalam laporannya kepada Bursa Efek Jakarta (BEJ), Jumat (8/10/2004). Menurut Etienne, satu-satunya jalan yang dapat dilakukan adalah berpegang pada laporan keuangan yang telah diaudit, dimana saat ini ADES telah menunjuk KPMG yang akan mengaudit laporan keuangan 2004. Dalam penjelasannya tersebut, perusahaan juga meenjelaskan mengenai permintaan BEJ, agar perusahaan melakukan estimasi perhitungan mengenai potensi dari perbedaan volume produksi dengan volume yang dilaporkan perseroan kepada pemilik merek dagang terhadap penjulaan. Menurut Etienne, untuk perbedaan volume tersebut menggunakan asumsi harga jual rata-rata diluar PPN. Untuk tahun 2001 perbedaan volume terhadap penjualan bersih diestimasikan sebesar maksimum Rp 13 miliar. Untuk tahun 2002 sebesar Rp 45 miliar, untuk tahun 2003 sebesar Rp 55 miliar serta Rp 2 miliar untuk tengah tahun 2004. Estimasi tersebut dapat mempresentasikan perbedaan maksimum sebesar 10 persen, 30 persen, 32 persen dan 3 persen lebih rendah dari penjualan yang telah dilaporkan pada tahun-tahun yang disebut di atas. "Namun perbedaan penjualan berdasarkan estimasi perhitungan ini tidak berarti merupakan penyesuaian terhadap laporan keuangan historis sebesar jumlah yang sama. Karena kami tidak dapat memastikan apakah jumlah penjualan tersebut telah masuk dalam angka penjualan yang telah dilaporkan sebelumnya dalam laporan keuangan," kata Etienne. Mengenai pertimbangan BEJ, untuk melakukan delisting saham ADES, Etienne menegaskan bahwa perusahaan tetap memiliki keyakinan atas masa depan yang baik. "Sehingga delisting bukan merupakan langkah yang tepat dalam situasi ini," ujarnya. Saham ADES disuspensi sejak 5 Agustus 2004, karena ada dugaan perbedaan laporan penjualan diatas. Kasus tersebut telah disampaikan Coca Cola sebagai salah satu pemegang saham ADES melalui Water Partner Bottling (WPB), kepada US SEC/Security Exchange Commision (Bapepam AS). (san/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads