2005, Tira Akuisisi 2 Perusahaan Lagi

2005, Tira Akuisisi 2 Perusahaan Lagi

- detikFinance
Jumat, 08 Okt 2004 15:15 WIB
Jakarta - PT Tira Austenite Tbk (TIRA), perusahaan perdagangan dan distribusi, kembali akan melakukan akuisisi dua perusahaan pada tahun 2005. Dengan akuisisi tersebut omzet perusahaan normal kembali mencapai Rp 250 miliar, dimana saat ini hanya sekitar Rp 100 miliar atau turun Rp 150 miliar akibat adanya divestasi saham PT Aneka Gas."Akuisisi ini merupakan langkah perusahaan untuk mengejar omzet perusahaan agar kembali normal," kata Direktur Utama Tira, Toto Wahyudianto, seusai RUPSLB dikantornya kawasan industri Pulogadung Jakarta, Jumat,(8/10/2004).Menurut Toto, untuk saat ini, perseroan melalui anak usahanya PT Alpha Austenite sedang melakukan akuisisi PT Tanah Sumber Makmur (TSM) di Bogor yang bergerak di bidang pembuatan komponen metal persisi dan turning parts yang dipakai untuk industri elektronik, komputer dan otomotif."Diharapkan dengan akuisisi TSM ini omzet penjualan akan meningkat menjadi Rp 163 miliar. Sehingga pada akhir 2005 omzet akan meningkat lagi menjadi Rp 250 miliar seiring dengan adanya akuisisi dua perusahaan lagi," ujar Toto.Perjanjian jual beli saham itu telah ditandatangani oleh pemegang saham TSM yakni Samsudin Tjokro dan Prima Shine Investment dengan Alpha. Jumlah saham dalam TSM yang diakuisisi sebanyak 20 ribu saham dengan nilai nominal per saham sebesar Rp 50.000.Menurutnya pembelian saham TSM akan dilakukan dalam dua tahap, pertama sebanyak 14.000 saham atau 70 persen dengan harga pembelian sebesar Rp 24,5 miliar yang pengalihannya akan dilakukan paling lambat 13 Oktober 2004. Tahap kedua, sebanyak 6000 saham atau 30 persen dengan harga pembelian minimum Rp 10,5 miliar dan maksimum Rp 13 miliar serta pengalihannya akan dilakukan pada 13 Oktober 2006.Toto mengatakan, dana yang digunakan untuk akuisisi sebesar Rp 4,9 miliar berasal dari kas perseroan dan pinjaman bank Rp 19,6 miliar. "Perseroan saat ini sedang mengurus proses pinjaman ke bank. "Bila proses pinjaman tersebut belum selesai pada 13 Oktiber 2004, maka perseroan akan melakukan bridging dari bank dengan jaminan cash collateral yang dimiliki perusahaan," ujarnya.Bertindak sebagai penilai independen untuk akuisisi tersebut adalah PT GS Capital yang menyampaikan opininya bahwa nilai pasar wajar atas 100 persen saham TSM adalah antara Rp 37,889 miliar sampai Rp 47,216 miliar. (san/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads