IHSG Cenderung Bergerak Melemah

Rekomendasi Saham

IHSG Cenderung Bergerak Melemah

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Senin, 08 Apr 2013 08:16 WIB
IHSG Cenderung Bergerak Melemah
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhir pekan lalu naik 3 poin setelah aksi beli saham terjadi di akhir-akhir perdagangan. Saham-saham lapis dua naik paling tinggi.

Menutup perdagangan, Jumat (5/4/2013), IHSG naik 3,457 poin (0,07%) ke level 4.926,007. Sementara Indeks LQ45 naik 0,529 poin (0,06%) ke level 830,661.

Pada pekan lalu, indeks S&P 500 menyentuh level tertingginya. Indeks Dow Jones Industrial Average juga membuat rekor baru dalam sejarah. Saham-saham di bursa Wall Street terus naik yang juga didorong oleh stimulus yang dilakukan The Fed, kuatnya kinerja emiten, dan perbaikan indikator ekonomi AS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan Jumat waktu setempat, IDow Jones Industrial Average ditutup turun 0,1% ke level 14.565,25. Indeks KOmposit Nasdaq turun 1,9% ke level 3.203,86, Indeks S&P500 turun 1% ke level 1.533,228.

Hari ini, IHSG diprediksi bergerak mixed dengan kecenderungan melemah. Sentimen negatif yang muncul bisa langsung menyeret IHSG ke zona merah.

Pergerakan bursa-bursa di regional pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 melonjak 300,35 poin (2,34%) ke level 13.133,99. Β 
  • Indeks Komposit KLSE melemah 2,74 poin (0,16%) ke level 1.685,72. Β 

Rekomendasi saham untuk hari ini:
eTrading Securities
Pada perdagangan akhir pekan lalu, IHSG ditutup naik +3.46 poin (+0.07%) ke 4,926.07 dengan jumlah transaksi sebanyak 10.24 juta lot atau setara dengan Rp5.18 triliun.

Pergerakan sektor-sektor IHSG a.l sektor agricultural (-0.02%), sektor basic-industries (-0.13%), sektor construction and property (+1.31%), sektor consumer goods (+0.44%), sektor finance (+0.93%), sektor infrastructure (-1.64%), sektor mining (-0.02%), sektor misc-industries (-0.53%), dan sektor trade (-0.15%)

Tercatat sebanyak 130 saham mengalami penguatan, 133 saham mengalami penurunan, 103 saham tidak mengalami perubahan dan 105 saham tidak diperdagangkan sama sekali.

Saham-saham yang menempati top gainers a.I BBCA (+1.84%), BBNI (+4.12%), BMRI (+1.51%), ICBP (+4.00%), dan MNCN (+4.23%). Sementara itu saham-saham yang menempati top losers a.I. PGAS (-3.44%), TLKM (-1.38%), ASII (-0.64%), UNTR (-2.60%), dan CPIN (-2.05%).

Asing tercatat melakukan net sell di pasar reguler sebesar Rp117 miliar dengan saham yang paling banyak dijual a.l. ASII, BBRI, PGAS, INDF, dan ASRI. Mata uang Rupiah terdepresiasi ke 9,753 per Dollar AS.

Secara teknikal penguatan IHSG akhir pekan lalu menghasilkan sinyal southern doji star candlestick. Untuk hari ini diperkirakan IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah, hal ini terlihat dari price action yang berada dibawah 5 day period MA serta indikator MACD yang juga menghasilkan sinyal bearish. Dengan support 4,850 dan resistance 5,000. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah : MNCN, MYOR, dan SMRA.

Trust Securities
Penguatan yang terjadi pada bursa saham AS sebelumnya karena pidato The Fed sempat menghantarkan IHSG menghijau meskipun masih di bawah target atas dari resisten kami (4936-4950). Akan tetapi, karena indeks saham HSI memerah membuat laju penguatan IHSG sempat terhambat dan mampir ke zona merah. Kemungkinan pelaku pasar menilai tren IHSG jangka pendek sudah berubah menjadi downtrend sehingga mereka berorientasi jualan ketika IHSG naik. Itulah yang menyebabkan laju penguatan IHSG terhambat. Masih merahnya pembukaan pasar saham Eropa turut menghambat kenaikan yang yang terjadi. Untungnya, masih adanya nett buy asing membuat IHSG kembali melompat ke zona hijau. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4948,75 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 44907,63 (level terendahnya) jelang preclosing dan berakhir di level 4926,07. Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.

Pada perdagangan Senin (8/4) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4882-4915 dan resistance 4955-4965. Berpola menyerupai spinning di bawah upper bollinger bands (UBB). MACD mulai downreversal dengan histogram positif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic sedikit dowreversal. Penutupan IHSG di antara batas support 1 dan resisten 1 kami (4912-4936) membuat IHSG berada di persimpangan jalan meskipun terdapat peluang kenaikan. Sentimen negatif sedikit saja bisa melemahkan IHSG. Untuk itu, cermati rilis data ekonomi dan laju bursa saham global dan tetap mewaspadai bila ada potensi pembalikan arah.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads