Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 26 poin terkena aksi ambil untung. Saham-saham unggulan berbasis konsumer jadi target aksi jual.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG berkurang 4,124 poin (0,08%) ke level 4.921,944 bergerak fluktuatif dalam rentang yang tipis di awal pekan ini. Minimnya sentimen membuat IHSG bergerak cukup datar.
Kekhawatiran dari krisis utang Eropa membuat pelaku pasar semakin berhati-hati dalam transaksi. Meski sempat melemah, indeks juga sempat menanjak hingga posisi tertingginya di 4.934,452.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi ambil untung mulai ramai terjadi mendekati penutupan perdagangan sesi siang. Seluruh sektor pun jatuh ke zona merah tanpa ada yang berhasil naik ke zona hijau.
Pelemahan paling dalam diderita saham-saham berbasis konsumer, seperti Gudang Garam, Mayora, dan HM Sampoerna, dibuntuti saham konstruksi dan agrikultur. Investor asing tak mau ketinggalan ikut ambil untung.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 84.378 kali pada volume 2,759 miliar lembar saham senilai Rp 2,449 triliun. Sebanyak 132 saham naik, sisanya 90 saham turun, dan 115 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia masih bergerak mixed hingga siang hari ini. Bursa saham Jepang dan Hong Kong berhasil naik menyusul pelemahan nilai tukar yen.
Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai melemah 16,23 poin (0,73%) ke level 2.209,07. Â
- Indeks Hang Seng naik 23,76 poin (0,11%) ke level 21.750,66.
- Indeks Nikkei 225 melonjak 300,21 poin (2,34%) ke level 13.133,85. Â
- Indeks Straits Times turun 4,89 poin (0,15%) ke level 3.294,89. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Tembaga Mulia (TBMS) naik Rp 700 ke Rp 8.900, Supreme Cable (SCCO) naik Rp 700 ke Rp 6.350, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 450 ke Rp 39.300, dan Goodyear (GDYR) naik Rp 400 ke Rp 14.200.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.550 ke Rp 50.100, Mayora (MYOR) turun Rp 500 ke Rp 29.000, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 500 ke Rp 64.000, dan Matahari (LPPF) turun Rp 300 ke Rp 11.150.











































