Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup stagnan di posisi Rp 9.745
per dolar AS sama seperti posisi pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG berkurang 4,124 poin (0,08%) ke level 4.921,944 bergerak fluktuatif dalam rentang yang tipis di awal pekan ini. Minimnya sentimen membuat IHSG bergerak cukup datar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG melemah 26,460 poin (0,54%) ke level 4.899,608 terkena aksi ambil untung. Saham-saham unggulan berbasis konsumer jadi target aksi jual.
Pelemahan paling dalam diderita saham-saham berbasis konsumer, seperti Gudang Garam, Mayora, dan HM Sampoerna, dibuntuti saham konstruksi dan agrikultur. Investor asing tak mau ketinggalan ikut ambil untung.
Menutup perdagangan awal pekan, Senin (8/4/2013), IHSG berkurang 28,547 poin (0,58%) ke level 4.897,521. Sementara Indeks LQ45 turun 5,198 poin (0,63%) ke level 825,463.
Dua sektor saham berhasil menguat di penghujung perdagangan, yaitu sektor tambang dan aneka industri. Sayangnya, delapan sektor jatuh ke zona merah membuat IHSG ditutup negatif.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 164.524 kali pada volume 5,195 miliar lembar saham senilai Rp 6,03 triliun. Sebanyak 103 saham naik, sisanya 170 saham turun, dan 98 saham stagnan.
Pasar saham Jepang jadi satu-satunya bursa Asia yang menguat hari ini berkat rencana pemberian stimulus moneter oleh pemerintahnya. Bursa-bursa regional lainnya menutup perdagangan di teritori negatif.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia hingga sore hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai melemah 13,70 poin (0,62%) ke level 2.211,59. Â
- Indeks Hang Seng menipis 8,85 poin (0,04%) ke level 21.718,05. Â
- Indeks Nikkei 225 melonjak 358,95 poin (2,80%) ke level 13.192,59. Â
- Indeks Straits Times turun 14,64 poin (0,44%) ke level 3.285,14. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Multi Bintang (MLBI) naik Rp 20.000 ke Rp 1.020.000, Supreme Cable (SCCO) naik Rp 1.100 ke Rp 6.750, Tembaga Mulia (TBMS) naik Rp 700 ke Rp 8.900, dan Mayora (MYOR) naik Rp 600 ke Rp 30.100.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.850 ke Rp 49.800, Matahari (LPPF) turun Rp 350 ke Rp 11.100, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 350 ke Rp 64.150, dan BCA (BBCA) turun Rp 300 ke Rp 10.700.
(ang/dru)











































