Mantan bos PLN ini, berjanji memecat para direksi dari kedua BUMN yang tidak setuju dengan terbentuknya holding BUMN farmasi. Menurutnya, pembahasan yang telah dilakukan sejak tahun 2005 ini, terpaksa mandeg karena ada direksi di salah satu BUMN farmasi yang tidak setuju dengan terbentuknya holding.
"Ini program enggak jalan sejak 2005. Ini pasti ada direksi BUMN tidak setuju dengan holding, maka kita ganti," tutur Dahlan di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta Selatan, Selasa (9/4/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini program baik, ini dikompakkan maka cari direksi yang mau kompak," tambahnya.
Pasca holding terbentuk, nama Kimia Farma dan Indofarma akan tetap dipertahankan dalam holding. Hal ini ditempuh, agar dengan brand Kimia Farma dan Indofarma, kedua BUMN farmasi ini tetap memperoleh banyak tender meskipun berada dalam satu holding.
(hen/ang)











































