Investor Akumulasi Saham Murah

Rekomendasi Saham

Investor Akumulasi Saham Murah

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Kamis, 11 Apr 2013 08:34 WIB
Investor Akumulasi Saham Murah
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin terpangkas 22 poin menyusul maraknya aksi ambil untung di hampir seluruh saham. Investor asing mulai melepas saham.

Menutup perdagangan, Rabu (10/4/2013), IHSG terpangkas 22,112 poin (0,45%) ke level 4.877,475. Sementara Indeks LQ45 terkoreksi 4,360 poin (0,53%) ke level 822,865.

Saham-saham di Wall Street berakhir positif, membuat Indeks Dow Jones dan S&P 500 kembali mencetak rekor tertingginya sepanjang masa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan Rabu waktu setempat, Indeks Dow Jones melompat 128,78 poin (0,88%) ke level 14.802,24. Indeks Standard & Poor's 500 menanjak 19,12 poin (1,22%) ke level 1.587,73. Indeks Komposit Nasdaq melonjak 59,40 poin (1,83%) ke level 3.297,25.

Hari ini, IHSG diperkirakan akan menguat atas aksi akumulasi investor terhadap saham-saham yang sudah murah. Sentimen positif dari pasar global dan regional juga akan membantu penguatan.

Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 melonjak 134,55 poin (1,01%) ke level 13.422,68. Β 
  • Indeks KOSPI naik 3,04 poin (0,16%) ke level 1.938,62. Β 

Rekomendasi saham untuk hari ini:
Panin Sekuritas
IHSG kembali ditutup melemah pada perdagangan kemarin di tengah menguatnya bursa regional. Investor global tampaknya optimis akan hasil kinerja Q1/2013 yang bagus berhasil mengangkat bursa Amerika. Inflasi China yang mulai turun dari level tertingginya selama 10 bulan juga diperkirakan mengurangi tekanan akan adanya kebijakan pemerintah China utk melakukan pengetatan kredit. Hal ini yang memberikan dorongan naik untuk harga komoditas. Untuk 2-3 pekan ke depan hal utama yang akan menjadi perhatian investor global adalah hasil kinerja keuangan Q1/2013. Disisi lain kami juga melihat pergerakan IHSG masih dibayangi oleh bola liar dari wacana kebijakan bbm yang rencananya akan diluncurkan pemerintah. Seperti konsumsi BBM bersubsidi yang semakin meningkat, mengancam defisit anggaran tahun ini. Selain itu pasar juga menanti kebijakan dan pandangan BI terkait BI Rate, yang akan diumumkan hari ini (11/04) sehubungan dengan inflasi yang cenderung tinggi beberapa bulan terakhir. Hari ini kami proyeksikan IHSG akan bergerak mixed dengan melemah. Setelah mengalami penurunan kemarin, kami memperkirakan investor juga akan mulai melakukan akumulasi di bawah (buy on weakness) pada saham bluechip. Kisaran support-resistance 4.836-4.903.

eTrading Securities
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup turun -22.11 poin (-0.45%) ke 4,877.48 dengan jumlah transaksi sebanyak 11.4 juta lot atau setara dengan Rp7.3 triliun.

Pergerakan sektor-sektor IHSG a.l sektor agricultural (+0.14%), sektor basic-industries (-0.29%), sektor construction and property (-0.41%), sektor consumer goods (+1.31%), sektor finance (-0.51%), sektor infrastructure (-0.44%), sektor mining (-0.78%), sektor misc-industries (-1.70%), dan sektor trade (-1.39%).

Tercatat sebanyak 93 saham mengalami penguatan, 157 saham mengalami penurunan, 91 saham tidak mengalami perubahan dan 106 saham tidak diperdagangkan sama sekali.

Saham-saham yang menempati top gainers a.l. GGRM (+4.40%), PGAS (+0.86%), ICBP (+1.99%), MKPI (+20.00%), dan ULTJ (+12.93%). Sementara itu, saham-saham yang menempati top losers a.l. ASII (-1.95%), MNCN (-6.50%), BBRI (-1.18%), BMRI (-0.98%), dan ITMG (-4.43%).

Asing tercatat melakukan net sell di pasar reguler sebesar Rp148 miliar dengan saham yang paling banyak dijual a.l. SMGR, BBRI, ASII, ERAA, dan BBCA. Mata uang Rupiah terapresiasi 9,692 per Dollar AS.

Secara teknikal pelemahan IHSG kemarin menghasilkan sinyal bearish pada indikator MACD di mana MACD line mulai memasuki teritori negatif. Oleh karena itu untuk hari ini diperkirakan IHSG masih akan melemah. Dengan support 4,800 dan resistance 4,980. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah: ADHI, JPFA, KBLF.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads