Bangun Pembangkit 740 MW, Kepco Investasikan US$ 350 Juta

Bangun Pembangkit 740 MW, Kepco Investasikan US$ 350 Juta

- detikFinance
Minggu, 10 Okt 2004 15:11 WIB
Jakarta - Perusahaan asal Korea Selatan, Korea Electric Power Corp. (Kepco), dipastikan akan menanamkan modalnya sebesar US$ 350 juta untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) sebesar 740 MW. Kepco melirik daerah Cilegon, Banten, dekat dengan wilayah pembangunan LNG terminal seperti rencana PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).Demikian diungkapkan Direktur Utama PT PLN Eddie Widiono usai merayakan peringatan Hari Listrik Nasional di kantor pusat PLN, Jl. Trunojo, Jakarta, Minggu (10/10/2004)."Keinginan Kepco untuk membangun PLTGU di Cilegon didasarkan adanya kepastian pasokan gas dari LNG terminal. Ini merupakan sambutan positif dari pihak investor atas rencana PLN membangun LNG terminal," jelas Eddie.LNG terminal PLN sendiri diperkirakan akan selesai pembangunannya pada tahun 2007-2008. Sementara PLGU itu diperkirakan baru akan rampung pada 2008-2009. "Biasanya pembangkit memang harus selesai dahulu. Tapi Kepco masih melakukan penawaran dan skemanya masih belum disepakati pemerintah. Jadi diperkirakan baru akan selesai sesudah pembangunan LNG terminal," kata Eddie.Sebelumnya Kepco memang mengajukan skema swap (barter) kepada pemerintah. Maksudnya rencana investasi di sektor pembangkit dibarter dengan impor LNG dariIndonesia sebanyak 3 juta ton per tahun.Namun Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro mengatakan, skema swap sulit diterima pemerintah karena terkait dengan koordinasi dan kebijakan setiap departemen. "Prosesnya lama dan rumit. Jadi lebih baik mereka menegosiasikan sendiri-sendiri dengan landasan business to business. Artinya impor LNG harus dibicarakan dengan BP Migas dan investasi listrik harus dinegosiasikan dengan PLN," ujar Purnomo saat itu. (fab/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads