Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka terpangkas 16,655 poin (0,34%) ke level 4.920,555 terkena sentimen negatif dari pasar global dan regional. Aksi jual melanda hampir di seluruh lapisan saham.
Seluruh indeks sektoral di lantai bursa 'kebakaran' disulut aksi jual. Indeks pun sempat meluncur tajam hingga ke posisi terendahnya hari ini di posisi 4.891,048.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi jual saham banyak dilakukan oleh investor asing, investor lokal juga tak mau ketinggalan. Saham-saham unggulan di sektor finansial dan agrikultur paling banyak jadi sasaran jual.
Perdagangan hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 59.146 kali pada volume 1,787 miliar lembar saham senilai Rp 1,851 triliun. Sebanyak 70 saham naik, sisanya 165 saham turun, dan 89 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia jatuh semakin dalam di zona merah menyusul jatuhnya bursa AS dan Eropa gara-gara krisis Siprus. Aksi jual pun ramai terjadi.
Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai melemah 20,32 poin (0,92%) ke level 2.186,46. Â
- Indeks Hang Seng anjlok 336,00 poin (1,52%) ke level 21.753,05. Â
- Indeks Nikkei 225 jatuh 168,06 poin (1,25%) ke level 13.317,08. Â
- Indeks Straits Times turun 8,59 poin (0,26%) ke level 3.285,60. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Sumber Energi (ITMA) naik Rp 725 ke Rp 3.625, Ancol (PJAA) naik Rp 220 ke Rp 1.260, Jakarta International (JIHD) naik Rp 120 ke Rp 1.930, dan Mitra Adiperkasa (MAPI) naik Rp 100 ke Rp 8.100.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.100 ke Rp 53.150, Unilever (UNVR) turun Rp 300 ke Rp 22.500, Supreme Cable (SCCO) turun Rp 250 ke Rp 7.200, dan Bukit Asam (PTBA) turun Rp 250 ke Rp 15.150.
(ang/dru)











































