Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 9.710 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu Rp 9.705 per dolar AS.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka terpangkas 16,655 poin (0,34%) ke level 4.920,555 terkena sentimen negatif dari pasar global dan regional. Aksi jual melanda hampir di seluruh lapisan saham.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG terpangkas 32,825 poin (0,66%) ke level 4.904,385 gara-gara tekanan jual di seluruh lapisan saham. Meski terkoreksi cukup dalam, indeks masih bisa bertahan di level 4.900.
Aksi jual saham banyak dilakukan oleh investor asing, investor lokal juga tak mau ketinggalan. Saham-saham unggulan di sektor finansial dan agrikultur paling banyak jadi sasaran jual.
Mengakhiri perdagangan awal pekan, Senin (15/4/2013), IHSG ditutup jatuh 42,618 poin (0,86%) ke level 4.894,592. Sementara Indeks LQ45 ditutup anjlok 8,526 poin (1,02%) ke level 825,598.
Saham-saham unggulan paling banyak kena tekanan jual. Seluruh indeks sektoral pun 'kebakaran' di tengah perdagangan yang tidak terlalu ramai.
Perdagangan hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 101.446 kali pada volume 3,692 miliar lembar saham senilai Rp 4,023 triliun. Sebanyak 58 saham naik, sisanya 179 saham turun, dan 119 saham stagnan.
Bursa-bursa di regional kompak menutup perdagangan hari ini di zona merah. Tekanan jual datang setelah maraknya sentimen negatif yang beredar dari pasar saham global.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia hingga sore hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai jatuh 24,84 poin (1,13%) ke level 2.181,94. Â
- Indeks Hang Seng anjlok 316,38 poin (1,43%) ke level 21.772,67. Â
- Indeks Nikkei 225 amblas 209,48 poin (1,55%) ke level 13.275,66. Â
- Indeks Straits Times turun 9,16 poin (0,28%) ke level 3.285,03. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 5.000 ke Rp 330.000, Sumber Energi (ITMA) naik Rp 725 ke Rp 3.625, Ancol (PJAA) naik Rp 260 ke Rp 1.300, dan Mitra Adiperkasa (MAPI) naik Rp 250 ke Rp 8.250.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 750 ke Rp 53.500, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 400 ke Rp 37.500, Indocement (INTP) turun Rp 400 ke Rp 23.600, dan Supreme Cable (SCCO) turun Rp 350 ke Rp 7.100.
(ang/dru)











































