IHSG Kembali Melemah

Rekomendasi Saham

IHSG Kembali Melemah

- detikFinance
Selasa, 16 Apr 2013 08:30 WIB
IHSG Kembali Melemah
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin jatuh 42 poin akibat maraknya sentimen negatif dari pasar global dan regional. Seluruh bursa di Asia menutup perdagangan di zona merah.

Mengakhiri perdagangan awal pekan, Senin (15/4/2013), IHSG ditutup jatuh 42,618 poin (0,86%) ke level 4.894,592. Sementara Indeks LQ45 ditutup anjlok 8,526 poin (1,02%) ke level 825,598.

Ledakan bom di Boston serta pertumbuhan ekonomi China yang lemah mengguncang pasar saham Wall Street semalam. Indeks S&P 500 menderita koreksi lebih dari dua persen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat, Indeks Dow Jones anjlok 265,86 poin (1,79%) ke level 14.599,20. Indeks S&P 500 jatuh 36,49 poin (2,30%) ke level 1.552,36, sementara Indeks Komposit Nasdaq amblas 30,64 poin (1,94%) ke level 1.546,58.

Hari ini, IHSG diperkirakan akan kembali terkena koreksi, apalagi setelah jatuhnya Wall Street gara-gara bom di Boston serta melambatnya pertumbuhan ekonomi China. Aksi jual diperkirakan marak terjadi.

Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 anjlok 190,89 poin (1,44%) ke level 13.084,77.  
  • Indeks KOSPI melemah 9,69 poin (0,50%) ke level 1.910,76.  

Rekomendasi saham untuk hari ini:
eTrading Securities
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup turun -42.62 poin (-0.86%) ke 4,894.59 dengan jumlah transaksi sebanyak 7.2 juta lot atau setara dengan Rp3.8 triliun.

Pergerakan sektor-sektor IHSG a.l sektor agricultural (-0.53%), sektor basic-industries (-1.05%), sektor construction and property (-0.49%), sektor consumer goods (-0.49%), sektor finance (-1.16%), sektor infrastructure (-0.65%), sektor mining (-0.87%), sektor misc-industries (-0.80%), dan sektor trade (-1.09%).

Tercatat sebanyak 57 saham mengalami penguatan, 184 saham mengalami penurunan, 119 saham tidak mengalami perubahan dan 116 saham tidak diperdagangkan sama sekali.

Saham-saham yang menempati top gainers a.l. KLBF (+2.44%), BTPN (+3.96%), GEMS (+4.35%), PJAA (+25.00%), dan MAPI (+3.13%). Sementara itu, saham-saham yang menempati top losers a.l. BBCA (-2.75%), BMRI (-1.93%), PGAS (-1.74%), UNVR (-1.32%), dan ASII (-0.65%).

Asing tercatat melakukan net sell di pasar reguler sebesar Rp353 miliar dengan saham yang paling banyak dijual a.l. BBRI, ASII, INDF, TLKM, dan CPIN. Mata uang Rupiah terdepresiasi 9,714 per Dollar AS.

Secara teknikal pelemahan IHSG menghasilkan sinyal dead cross pada indikator fast stochastic, oleh karena itu untuk hari ini diperkirakan IHSG masih akan terkoreksi. Dengan support 4,850 dan resistance 4,980. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah : BBRI, BTPN, MAPI.

Trust Securities
Awal pekan yang buruk yang tidak jauh berbeda dengan pekan sebelumnya dimana IHSG masuk ke teritori negatif setelah terimbas pelemahan bursa saham AS pasca rilis penurunan tidak terduga retail sales, harga komoditas, dan consumer sentiment. Begitu pun dengan bursa saham Asia yang juga tidak terlalu kondusif serta transaksi asing yang tercatat nett sell dan hanya beberapa saham kapitalisasi kecil saja yang tercatat nett buy asing membuat pelaku pasar tambah berkeinginan untuk melakukan aksi jual. Kondisi pembukaan bursa saham Eropa yang juga melemah makin membuat IHSG tidak berdaya menghadapi serangan aksi jual dari para pelaku pasar. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4924,66 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4891,01 (level terendahnya) juga di awal sesi 1 dan berakhir di level 4894,59. Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.

Pada perdagangan Selasa (16/4) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4865-4899 dan resistance 4937-4956. Berpola menyerupai spinning di atas middle bollinger bands (MBB). MACD masih mendatar dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic gagal melanjutkan upreversal. Meski pencapaian level tertinggi IHSG di kisaran support kami (4900-4935) namun, penutupan IHSG di bawah target support tersebut memberi kesan akan adanya potensi penurunan kembali. Akan tetapi, selama masih dapat bertahan di atas level 4860 (batas middle bollinger band) maka diharapkan IHSG dapat bergerak rebound yang tentunya dengan asumsi didukung laju bursa saham global dan sentimen yang ada.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads