IHSG Siap Rebound

Rekomendasi Saham

IHSG Siap Rebound

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Rabu, 17 Apr 2013 08:35 WIB
IHSG Siap Rebound
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin berhasil melompat 50 poin didorong aksi beli di saham-saham unggulan dan lapis dua meski banyak sentimen negatif yang beredar. Anjloknya harga komoditas membuat sahamnya melempem.

Menutup perdagangan, Selasa (16/4/2013), IHSG melompat 50,661 poin (1,04%) ke level 4.945,253. Sementara Indeks LQ45 menanjak 12,823 poin (1,55%) ke level 838,421.

Semalam, Wall Street berhasil rebound setelah investor memanfaatkan koreksi yang terjadi pada perdagangan Senin untuk lakukan aksi beli di saham-saham murah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan Selasa waktu setempat, Indeks Dow Jones melompat 157,58 poin (1,08%) ke level 14.756,78. Indeks S&P 500 melonjak ke level 22,21 poin (1,43%) ke level 1.574,57, sementara Indeks Komposit Nasdaq menanjak ke level 48,14 poin (1,50%) ke level 3.264,63.

Hari ini, IHSG diperkirakan akan ikut menguat layaknya Wall Street dan bursa Asia pagi ini. Investor akan mulai berburu saham murah lagi hari ini.

Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 naik 125,18 poin (0,95%) ke level 13.346,62. Β 
  • Indeks KOSPI menguat 2,33 poin (0,12%) ke level 1.924,54. Β 

Rekomendasi saham untuk hari ini:
eTrading Securities
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup naik +50.66 poin (+1.04%) ke 4,945.25 dengan jumlah transaksi sebanyak 10.4 juta lot atau setara dengan Rp5.8 triliun.

Pergerakan sektor-sektor IHSG a.l sektor agricultural (-1.66%), sektor basic-industries (+1.49%), sektor construction and property (+0.35%), sektor consumer goods (+0.46%), sektor finance (+1.11%), sektor infrastructure (+2.67%), sektor mining (-0.04%), sektor misc-industries (+1.74%), dan sektor trade (+0.30%).

Tercatat sebanyak 115 saham mengalami penguatan, 158 saham mengalami penurunan, 111 saham tidak mengalami perubahan dan 129 saham tidak diperdagangkan sama sekali.

Saham-saham yang menempati top gainers a.l. TLKM (+5.38%), ASII (+1.97%), PGAS (+4.42%), BBCA (+1.89%), dan BMRI (+1.97%). Sementara itu, saham-saham yang menempati top losers a.l. GTBO (-11.70%), EXCL (-2.78%), GGRM (-0.93%), JRPT (-6.06%), dan TGKA (-25.00%).

Asing tercatat melakukan net sell di pasar reguler sebesar Rp189 miliar dengan saham yang paling banyak dijual a.l. BBRI, EXCL, BDMN, UNVR, dan TLKM. Mata uang Rupiah terdepresiasi 9,717 per Dollar AS.

Secara teknikal kenaikan IHSG kemarin mengindikasikan IHSG masih berada dalam tren yang positif. Hal ini terlihat dari indikator Slow stochastic yang menghasilkan sinyal bullish yang disertai dengan peningkatan volume yang cukup signifikan, oleh karena itu untuk hari ini IHSG diperkirakan naik. Dengan support 4,820 dan resistance 5,000. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah: INTP, MAIN, PGAS.

Mega Capital
Sektor infrastruktur pimpin kenaikan IHSG. Sempat melemah di sesi awal perdagangan, IHSG berbalik menguat dan berhasil ditutup naik 1.04% di 4,945.25 ditengah sentimen negatif dari eksternal yaitu turunnya GDP China ke level 7.7% dari estimasi 8.0% serta ledakan bom di Boston. Dari dalam negeri, pemerintah berencana untuk menaikkan harga BBM bersubsidi bagi mobil pribadi menjadi Rp 6,500 hingga Rp 7,000 per liter. Sektor perkebunan (-1.66%) dan pertambangan (-0.04%) mengalami koreksi terbesar akibat turunnya harga komoditas Adapun sektor infrastruktur (2.67%) dan aneka industri (1.74%) mengalami kenaikan terbesar. Saham TLKM menjadi market mover setelah sebelumnya manajemen mengusulkan pembagian dividen 65% dari laba bersih 2012 dibandingkan dengan DPR tahun-tahun sebelumnya 50%-55%. Investor asing melakukan pembelian senilai IDR 329 miliar sehingga total pembelian asing untuk tahun perdagangan 2013 mencapai IDR 17.2 triliun.

Wallstreet menguat akibat data ekonomi dan earning result. Setelah koreksi signifkan sehari sebelumnya, bursa Amerika ditutup menguat. Indeks Dow Jones menguat 1.08%, S&P menguat 1.43% dan Nasdaq menguat 1.50%. Harga emas mengalami rebound setelah turun ke level terendah dalam dua tahun terakhir. Sentimen positif bagi Wallstreet muncul dari earnings result dan data penjualan rumah. Coca-Cola dan Johnson & Johnson melaporkan kinerja yang melampaui estimasi. Earnings dari perusahaan yang tergabung dalam indeks S&P kini diperkirakan akan naik 1.8% di 1Q13, dari perkiraan sebelumnya 1.1%. Adapun, angka penjualan rumah baru naik ke 1,036K yang merupakan level tertinggi sejak tahun 2008. Data industrial production juga naik menjadi 0.4% dibandingkan estimasi 0.3%.

Indeks Diperkirakan Cenderung Menguat (4,905β€”4,970). Sempat dibuka melemah di awal sesi perdagangan kemarin dan menguji support level pada equidistant channel, IHSG akhirnya mampu ditutup menguat di level 4,945. Indeks berpeluang untuk dapat melanjutkan penguatannya dan bergerak menuju resistance level yang berada 4,970 hingga 5,000. Candle yang membentuk white closing marubozu dengan formasi bullish engulfing menunjukkan peluang penguatan pada indeks. Namun jika berbalik melemah berpotensi menguji support level 4,905. Hari ini diperkirakan indeks bergerak cenderung menguat.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads