Mengawali perdagangan, IHSG dibuka bertambah 19,843 poin (0,40%) ke level 4.965,096 mengikuti penguatan pasar global dan regional. Meski sudah naik tinggi, indeks masih bisa melaju.
Aksi borong saham itu mendorong indeks menembus level intraday tertinggi IHSG sepanjang masa di level 4.993,773. Indeks pun mulai melambat setelah mencapai puncaknya hari ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan sesi I, Rabu (17/4/2013), IHSG melaju 35,574 poin (0,72%) ke level 4.980,827. Sementara Indeks LQ45 menanjak 6,193 poin (0,74%) ke level 844,614.
Aksi beli langsung marak terjadi sejak pembukaan perdagangan. Beberapa saham masih terkena koreksi akibat aksi ambil untung, namun jumlahnya masih lebih sedikit ketimbang yang menguat.
Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 83.102 kali pada volume 3,692 miliar lembar saham senilai Rp 3,193 triliun. Sebanyak 157 saham naik, sisanya 68 saham turun, dan 111 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia siang hari ini bergerak mixed. Seperti IHSG, indeks Nikkei di bursa saham Jepang melonjak tinggi setelah kemarin terkena koreksi.
Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai turun 14,14 poin (0,64%) ke level 2.180,70.
- Indeks Hang Seng menipis 10,95 poin (0,05%) ke level 21.661,08. Â
- Indeks Nikkei 225 melonjak 134,48 poin (1,02%) ke level 13.355,92. Â
- Indeks Straits Times naik 6,16 poin (0,19%) ke level 3.297,74. Â
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 900 ke Rp 52.100, Multi Prima (LPIN) turun Rp 250 ke Rp 4.750, Unilever (UNVR) turun Rp 150 ke Rp 22.700, dan Asahimas (AMFG) turun Rp 150 ke Rp 8.850.
(ang/dnl)











































