IHSG Diprediksi Melemah Pasca Cetak Rekor Tertinggi

Rekomendasi Saham

IHSG Diprediksi Melemah Pasca Cetak Rekor Tertinggi

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Jumat, 19 Apr 2013 08:24 WIB
IHSG Diprediksi Melemah Pasca Cetak Rekor Tertinggi
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin mencetak rekor tertinggi sepanjang masa setelah menguat 13 poin. Pencetakan rekor kali ini berkat penguatan saham-saham lapis dua.

Menutup perdagangan, Kamis (18/4/2013), IHSG menguat 13,985 poin (0,28%) ke level 5.012,638. Sementara Indeks LQ45 naik 1,653 poin (0,19%) ke level 849,547.

Indeks juga menembus rekor intraday tertingginya sepanjang masa pada perdagangan kemarin. Rekor intraday tertinggi yang bisa diraih IHSG sebelumnya ada di level 4.998,653 pada penutupan perdagangan Rabu 17 April 2013.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Semalam, Wall Street kembali terkena koreksi menyusul mixed-nya laporan kinerja emiten. Pelemahan juga didorong data-data indikator ekonomi yang mengkhawatirkan.

Pada penutupan perdagangan Kamis waktu setempat, Dow Jones turun 81,45 poin (0,56%) ke level 14.537,14. Indeks S&P 500 melemah 10,40 poin (0,67%) ke level 1.541,61, sementara Indeks Komposit Nasdaq berkurang 38,31 poin (1,20%) ke level 3.166,36.

Hari ini, IHSG diprediksi akan melemah pasca cetak rekor tertinggi. Posisi indeks yang sudah cukup tinggi bisa dimanfaatkan investor untuk mengambil untung.

Pergerakan bursa-bursa di regional pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 menipis 5,94 poin (0,04%) ke level 13.214,13. Β 
  • Indeks KOSPI melemah 11,46 poin (0,60%) ke level 1.888,60. Β 

Rekomendasi saham untuk hari ini:
Panin Sekuritas
Aksi selective buying yang dilakukan investor berhasil mendorong IHSG menembus level 5.000, sekaligus menciptakan rekor tertinggi baru. Kenaikan IHSG terjadi ditengah melemahnya sebagian bursa regional menyusul sentiment negatif dari Wall Street terkait proyeksi IMF akan metal industry yang akan melemah. Dari dalam negeri kami melihat selective buying yang dilakukan investor terkait dengan antisipasi keluarnya laporan keuangan emiten Q1-2013. Hari ini kami perkirakan ruang kenaikan IHSG akan cenderung terbatas ditengah ancaman profit taking. Kisaran support-resistance 4.093-5.024.

eTrading Securities
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup naik +13.99 poin (+0.28%) ke 5,012.64 dengan jumlah transaksi sebanyak 13 juta lot atau setara dengan Rp6.7 triliun.

Pergerakan sektor-sektor IHSG a.l sektor agricultural (+0.43%), sektor basic-industries (+0.11%), sektor construction and property (+0.86%), sektor consumer goods (+0.12%), sektor finance (+0.46%), sektor infrastructure (-0.52%), sektor mining (+0.12%), sektor misc-industries (+1.33%), dan sektor trade (+0.16%).

Tercatat sebanyak 130 saham mengalami penguatan, 125 saham mengalami penurunan, 116 saham tidak mengalami perubahan dan 100 saham tidak diperdagangkan sama sekali.

Saham-saham yang menempati top gainers a.l. PGAS (+3.36%), ASII (+1.31%), BBRI (+1.76%), BMRI (+1.42%), dan CPIN (+3.17%). Sementara itu, saham-saham yang menempati top losers a.l. TLKM (-3.75%), GGRM (-2.55%), INTP (-1.74%), SMGR (-0.79%), dan UNTR (-1.09%).

Asing tercatat melakukan net buy di pasar reguler sebesar Rp355 miliar dengan saham yang paling banyak dibeli a.l. BBRI, PGAS, PWON, BMRI, dan SMRA. Mata uang Rupiah terdepresiasi 9,716 per Dollar AS.

Secara teknikal kenaikan IHSG kemarin berhasil menembus batas psikologis pada level 5,000. Untuk hari ini diperkirakan IHSG akan menguat, hal ini terlihat dari indikator Moving average yang menghasilkan sinyal bullish. Dengan support 4,950 dan resistance 5,100. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah: ADES, BBRI, JSMR.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads