Mengakhiri perdagangan akhir pekan, Jumat (19/4/2013), IHSG ditutup turun 14,177 poin (0,28%) ke level 4.998,461. Sementara Indeks LQ45 ditutup melemah 2,594 poin (0,31%) ke level 846,953.
Indeks sempat menembus rekor intraday tertinggi sepanjang masa di level 5.023,707. Sedangkan rekor tertingginya diraih pada perdagangan Kamis yaitu di level 5.012,638 setelah naik 3,985 poin (0,28%).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada perdagangan Jumat waktu setempat, Indeks Dow Jones Industrial naik 10,37 poin (0,07%) ke level 14.547,51. Kemudian Indeks S&P500 naik 13,64 poin (0,88%) ke level 1.555,25. Sementara Indeks Nasdaq naik 39,69 poin (1,25%) ke level 3.206,06.
Hari ini, IHSG diperkirakan akan kembali menguat setelah sempat mundur pasca cetak rekor tertinggi. Menguatnya bursa-bursa regional dan global juga memberi dorongan kepada IHSG.
Pergerakan bursa-bursa di regional pagi hari ini:
- Indeks Nikkei 225 melonjak 258,22 poin (1,94%) ke level 13.574,70. Β
- Indeks KOSPI naik 5,48 poin (0,29%) ke level 1.912,23. Β
Rekomendasi saham untuk hari ini:
Panin Sekuritas
IHSG ditutup melemah pada perdagangan terakhir pekan lalu. Penurunan didorong oleh aksi profit taking pasca sebelumnya sempat menembus level 5.000. Penurunan IHSG terjadi di tengah menguatnya sebagian bursa regional terkait optimisme akan penambahan stimulus di Jepang menjelang rapat BoJ, serta naiknya saham berbasis komoditas. Di sisi lain, pergerakan IHSG masih dibayangi oleh beberapa data makro ekonomi AS yang dibawa ekspektasi. Laporan keuangan korporasi AS kuartal 1 2013 juga dibawah ekspektasi. Sejauh ini sudah 85 perusahaan di S&P500 yang merilis kinerja dan sbanyak 75% berhasil melampaui perkiraan. Laporan keuangan ini penting karena investor sedang melihat apakah kinerja emiten sejalan dengan perkiraan di tengah pelemahan data ekonomi global. Jika bisa lebih baik maka pasar mendapat kepercayaan lagi untuk kembali menguat. Mengawali pekan ini kami perkirakan IHSG akan cenderung bergerak konsolidasi. Investor diperkirakan masih akan mencoba melakukan antisipasi beli terkait laporan keuangan emiten kuartal 1. Kisaran support-resistance hari ini 4.975-5.020.
eTrading Securities
Pada perdagangan akhir pekan lalu, IHSG ditutup turun -14.18 poin (-0.28%) ke 4,998.46 dengan jumlah transaksi sebanyak 13.5 juta lot atau setara dengan Rp6.7 triliun.
Pergerakan sektor-sektor IHSG a.l sektor agricultural (+0.22%), sektor basic-industries (-0.63%), sektor construction and property (+0.27%), sektor consumer goods (-0.40%), sektor finance (-0.06%), sektor infrastructure (-0.06%), sektor mining (-1.21%), sektor misc-industries (-0.53%), dan sektor trade (-0.37%).
Tercatat sebanyak 110 saham mengalami penguatan, 154 saham mengalami penurunan, 98 saham tidak mengalami perubahan dan 109 saham tidak diperdagangkan sama sekali.
Saham-saham yang menempati top gainers a.l. TLKM (+1.30%), KLBF (+3.94%), BBRI (+1.16%), TOWR (+3.81%), dan BBNI (+0.95%). Sementara itu, saham-saham yang menempati top losers a.l. BMRI (-1.40%), GGRM (-3.00%), CPIN (-3.08%), PGAS (-1.63%), dan ASII (-0.65%).
Asing tercatat melakukan net buy di pasar reguler sebesar Rp229 miliar dengan saham yang paling banyak dibeli a.l. BBRI, PWON, TLKM, IMAS, dan KLBF. Mata uang Rupiah terapresiasi 9,705 per Dollar AS.
Secara teknikal pelemahan IHSG akhir pekan lalu merupakan konsolidasi yang wajar setelah IHSG berhasil menembus level psikologis pada level 5,000 sehari sebelumnya. Untuk hari ini diperkirakan IHSG akan menguat, hal ini terlihat dari price action intraday yang berhasil mencetak level all time high yang juga didukung oleh indikator MACD yang berpeluang membentuk golden cross. Dengan support 4,950 dan resistance 5,100. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah : BBKP, GJTL, KLBF.
(ang/ang)











































