Kena Profit Taking, IHSG Berkurang 12 Poin

Sesi I

Kena Profit Taking, IHSG Berkurang 12 Poin

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Selasa, 23 Apr 2013 12:06 WIB
Kena Profit Taking, IHSG Berkurang 12 Poin
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berkurang 12 poin terkena aksi ambil untung. Melemahnya data manufaktur China juga memicu aksi jual.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka menipis 0,586 poin (0,01%) ke level 4.996,337 atas posisinya yang sudah jenuh beli pada perdagangan kemarin. Posisi indeks yang sudah cukup tinggi itu rawan profit taking.

Indeks bergerak datar dalam rentang yang tipis. Aksi ambil untung, terutama di saham-saham bank kelas berat, menahan laju penguatan indeks meski masih ada aksi beli selektif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan sesi I, Selasa (23/4/2013), IHSG berkurang 12,857 poin (0,26%) ke level 4.984,066. Sementara Indeks LQ45 turun 3,081 poin (0,36%) ke level 844,290.

Aksi jual marak terjadi di saham-saham unggulan dan lapis dua. Tujuh indeks sektoral pun jatuh ke zona merah, hanya tiga sektor yang bertahan positif.

Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 84.734 kali pada volume 2,521 miliar lembar saham senilai Rp 2,592 triliun. Sebanyak 84 saham naik, sisanya 139 saham turun, dan 105 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia seluruhnya jatuh di zona merah, bursa saham China dan Hong Kong anjlok sangat dalam. Melemahnya data manufaktur China memicu aksi jual investor regional.

Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai anjlok 48,05 poin (2,14%) ke level 2.194,12.  
  • Indeks Hang Seng jatuh 270,65 poin (1,23%) ke level 21.773,72.  
  • Indeks Nikkei 225 melemah 17,99 poin (0,13%) ke level 13.550,38.  
  • Indeks Straits Times turun 16,75 poin (0,51%) ke level 3.292,17.  

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Sumber Energi (ITMA) naik Rp 1.900 ke Rp 11.600, Goodyear (GDYR) naik Rp 500 ke Rp 15.000, Indocement (INTP) naik Rp 350 ke Rp 24.850, dan Garda Tujuh (GTBO) naik Rp 350 ke Rp 4.325.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Agro (AALI) turun Rp 550 ke Rp 18.150, Semen Indonesia (SMGR) turun Rp 400 ke Rp 18.000, Polaris (PLAS) turun Rp 320 ke Rp 960, Inti Bangun (IBST) turun Rp 300 ke Rp 5.650.

(ang/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads