Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpangkas 21 poin terkena tekanan jual sejak pembukaan perdagangan. Saham-saham agrikultur dan konstruksi terkena koreksi paling dalam.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 9.720 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 9.710 per dolar AS.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka menipis 0,586 poin (0,01%) ke level 4.996,337 atas posisinya yang sudah jenuh beli pada perdagangan kemarin. Posisi indeks yang sudah cukup tinggi itu rawan profit taking.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG berkurang 12,857 poin (0,26%) ke level 4.984,066 terkena aksi ambil untung. Melemahnya data manufaktur China juga memicu aksi jual.
Indeks empat jatuh ke posisi terendahnya hari ini di level 4.971,103 di perdagangan sesi sore. Menjelang penutupan, koreksi indeks semakin dalam saja.
Mengakhiri perdagangan, Selasa (23/4/2013), IHSG ditutup terkoreksi 21,593 poin (0,43%) ke level 4.975,330. Sementara Indeks LQ45 ditutup terpangkas 4,396 poin (0,52%) ke level 842,975.
Aksi jual marak terjadi di saham-saham unggulan dan lapis dua. Delapan indeks sektoral pun jatuh ke zona merah, hanya dua sektor yang bertahan positif.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 143.293 kali pada volume 6,004 miliar lembar saham senilai Rp 6,215 triliun. Sebanyak 78 saham naik, sisanya 186 saham turun, dan 95 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia berakhir kompak di zona merah menutup perdagangan hari ini. Melemahnya data manufaktur China memicu aksi jual investor regional.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional sore hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai anjlok 57,63 poin (2,57%) ke level 2.184,54.
- Indeks Hang Seng jatuh 237,76 poin (1,08%) ke level 21.806,61. Â
- Indeks Nikkei 225 turun 38,72 poin (0,29%) ke level 13.529,65. Â
- Indeks Straits Times melemah 24,38 poin (0,74%) ke level 3.284,54. Â
Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Sumber Energi (ITMA) naik Rp 1.900 ke Rp 11.600, Goodyear (GDYR) naik Rp 1.900 ke Rp 16.400, Indocement (INTP) naik Rp 600 ke Rp 25.100, dan Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 500 ke Rp 38.500.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Agro (AALI) turun Rp 950 ke Rp 17.750, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 700 ke Rp 49.100, Inti Bangun (IBST) turun Rp 400 ke Rp 5.550, dan Semen Indonesia (SMGR) turun Rp 350 ke Rp 18.050.










































