IHSG Anjlok 10,951 Poin
Selasa, 12 Okt 2004 16:18 WIB
Jakarta - Tingginya harga minyak mentah dunia yang telah menyentuh level 53 dolar AS/barel telah memberikan sentimen negatif terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa, (12/10/2004), yang turun 10,951 poin pada level 849,193.Indeks LQ-45 turun 2,268 poin pada level 184,599, Jakarta Islamic Index (JII) turun 2,046 poin pada level 139,123, Indeks Papan Utama (MBX) turun 4,670 poin pada posisi 221,443, dan Indeks Papan Pengembangan (DBX) turun 0,397 poin pada level 204,389 poin.Perdagangan di pasar reguler mencatat transaksi sebanyak 24.346 kali pada volume 4.283.114 lot saham senilai Rp 1,232 triliun. Sebanyak 55 saham naik, 91 saham turun dan 232 saham stagnan.Saham-saham yang turun harganya di top losser diantaranya INCO yang turun Rp 650 menjadi Rp 11.850, Semen Gresik turun Rp 400 menjadi Rp 11.200, Gudang Garam turun Rp 200 menjadi Rp 12.750, HM Sampoerna turun Rp 150 menjadi Rp 5.650, Indosat turun Rp 75 menjadi Rp 4.300, Bank Mandiri turun Rp 75 menjadi Rp 1.475, Telkom turun Rp 75 menjadi Rp 4.275, dan Bank Permata turun Rp 25 menjadi Rp 975.Sedangkan saham yang masih mencetak kenaikan harga di top gainer diantaranya Astra Internasional naik Rp 150 menjadi Rp 7.900, London Sumatera naik Rp 75 menjadi Rp 1.250, Petrosea naik Rp 50 menjadi Rp 4.475, Citra Marga Nusaphala Persada naik Rp 50 menjadi Rp 650, dan Barito Pasific Timber naik Rp 45 menjadi Rp 535.Melonjaknya harga minyak mentah dunia yang hari ini kembali menembus level 53 dolar AS/barrel telah menimbulkan kekhawatiran pada investor internasional, sehingga mengakibatkan bursa regional melemah.Kondisi ini juga berimbas ke bursa saham di Indonesia, di mana investor melakukan aksi profit taking dengan melepas saham-saham unggulan di tengah minimnya sentimen positif.
(mi/)











































