Penurunan laba bersih tersebut diikuti penurunan laba kotor perseroan di triwulan pertama 2013 menjadi US$ 6,57 juta dari perolehan laba kotor periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 8,34 juta. Demikian disampaikan perseroan dalam keterbukaan informasinya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta, Jumat (26/4/2013).
Turunnya laba tersebut disebabkan oleh menurunnya pendapatan perseroan di kuartal pertama 2013 sebesar 8,6% menjadi hanya US$ 10,6 juta dari perolehan pendapatan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 11,6 juta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, produksi LPG perseroan justru naik sebesar 10.685 metrik ton dan kondensat sebesar 37.490 barel selama kuartal pertama 2013, meningkat masing-masing sebesar 19,3% dan 23,5% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut ditopang oleh kuatnya peningkatan produksi.
(ang/ang)











































