Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup stagnan di posisi Rp 9.715 per dolar AS sama seperti posisi pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu.
Mengawali perdagangan pagi hari tadi, IHSG dibuka bertambah 11,295 poin (0,23%) ke level 4.989,802. Dibuka naik tipis, indeks langsung menanjak secara perlahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG naik 15,606 poin (0,31%) ke level 4.994,113. Aksi beli di saham-saham lapis dua menjaga indeks bertahan di zona hijau.
Indeks berjalan konstan dalam rentang yang tidak terlalu lebar dan cenderung tipis. Meski demikian indeks sama sekali tidak menyentuh zona merah dan sempat naik ke posisi tertingginya hari ini di 5.001,887.
Mengakhiri perdagangan awal pekan, Senin (29/4/2013), IHSG ditutup menanjak 21,245 poin (0,43%) ke level 4.999,752. Sementara Indeks LQ45 ditutup menguat 6,501 poin (0,77%) ke level 848,435.
Aksi beli banyak dilakukan investor asing, sedangkan investor lokal melakukan aksi ambil untung. Saham-saham komoditas terkena koreksi yang cukup dalam akibat profit taking.
Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 104,27 miliar di pasar reguler dan negosiasi.
Perdagangan hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 116.131 kali pada volume 4,651 miliar lembar saham senilai Rp 4,287 triliun. Sebanyak 121 saham naik, sisanya 132 saham turun, dan 101 saham stagnan.
Bursa-bursa regional yang pagi tadi kompak menguat kini menutup perdagangan akhir pekan dengan mixed. Bursa saham China dan Jepang hari ini tutup menyambut hari libur nasional.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional pagi hari ini:
- Indeks Hang Seng naik 33,06 poin (0,15%) ke level 22.580,77. Â
- Indeks Straits Times menguat 10,70 poin (0,32%) ke level 3.359,57. Â
- Indeks KOSPI turun 3,86 poin (0,20%) ke level 1.940,70. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 550 ke Rp 84.300, Indocement (INTP) naik Rp 350 ke Rp 25.500, Unilever (UNVR) naik Rp 250 ke Rp 23.000, dan Gowa Makassar (GMTD) naik Rp 250 ke Rp 1.270.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.650 ke Rp 36.600, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 650 ke Rp 49.350, Nipress (NIPS) turun Rp 550 ke Rp 8.250, dan Garda Tujuh (GBTO) turun Rp 525 ke Rp 3.425.
(ang/dru)











































