Bappebti Diminta Segera Berantas Pialang Ilegal

Bappebti Diminta Segera Berantas Pialang Ilegal

- detikFinance
Rabu, 13 Okt 2004 12:57 WIB
Jakarta - Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) diharapkan melakukan sweeping terhadap para pialang ilegal di luar anggota BBJ. Pasalnya, keberadaan pialang ilegal sudah merugikan masyarakat.Demikian ditegaskan Dirut PT Fikasa International Feutured, yang merupakan anggota Bursa Berjangka Jakarta (BBJ), Hendra, Saputra kepada wartawan di sela-sela peresmian kantor barunya di Bursa Efek Jakarta, Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (13/10/2004)."Selain tidak bertanggung jawab, mereka (pialang ilegal) juga tidak punya izin sehingga kadang-kadang membawa lari uang nasabah. Karena itu Bappebti bukan hanya mempertegas peraturan tapi juga melakukan sweeping," kata Hendra.Hendra menambahkan, banyaknya pialang ilegal ini bisa membunuh potensi perdagangan berjangka, terutama untuk perdagangan mata uang asing. Padahal, lanjutnya, potensi perdagangan ini di Indonesia sangat besar.Saat ini ditengarai ada ratusan lebih perusahaan pialang ilegal yang berdiri. Sementara perusahaan pialang yang resmi, jumlahnya hanya sekitar 30 sampai 40 perusahaan.Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bappeti Ardiansyah Parman, menanggapi hal tersebut. Menurutnya, Bappebti terus melakukan tindakan tegas kepada para pialang ilegal. Sedikitnya, kata Ardiansyah, sudah 50 perusahaan ilegal yang sudah ditangani.Dari jumlah itu, 5 perusahaan sudah diputuskan pengadilan, dan 5 lagi sedang dalam proses penyelidikan polisi dan kejaksaan. Dan saat ini, 11 perusahaan pialang ilegal lainnya juga sedang diperiksa oleh Bappebti."Pemberantasn pialang ilegal ini memang sangat sulit. Ibarat maling, walau ditindak tegas selalu muncul lagi dan dengan jumlah yang lebih banyak," ungkap Ardiansyah.Saat ini transaksi harian di BBJ telah mencapai 600 lot. Angka ini lebih tinggi dari perkiraan semula yang sebesar 300 lot. Jumlah pialang yang terdaftar selama 2004, sebanyak 41 perusahaan.Investor Pilih Transaksi CurrencyDalam kesempatan yang sama Hendra menjelaskan, saat ini para investor lebih menyukai transaksi currency (mata uang) dibandingkan transaksi komoditi. Pasalnya, transaksi jenis ini lebih menguntungkan dan cepat.Fikasa saat ini memperjualbelikan seluruh mata uang asing. Namun yang menjadi favorit bagi investor adalah Poundsterling dan Yen. Sebab, kedua jenis mata uang asing itu memiliki espektasi yang lebih jelas. Sementara untuk dolar tidak karena mempunyai tingkat fluktuasi yang sangat tinggi.Fikasa menargetkan hingga akhir tahun 2004 mencapai target pengelolan dana sebesar US $ 2 juta. Di mana per September telah mencapai US $ 700 ribu. (djo/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads