Mengakhiri perdagangan, Rabu (1/5/2013), IHSG ditutup menanjak 26,848 poin (0,53%) ke level 5.060,919. Sementara Indeks LQ45 ditutup bertambah 2,917 poin (0,34%) ke level 860,037.
Indeks mampu menembus rekor tertingginya tersebut berkat penguatan saham-saham lapis dua. Rekor tertinggi IHSG sebelumnya dicetak kemarin di level 5.034,071 setelah naik 34,319 poin (0,69%).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lemahnya data tenaga kerja baru dan manufaktur Amerika Serikat (AS) membuat pasar saham Wall Street melemah. Program stimulus yang dilakukan Federal Reserve pun hanya berjalan di tempat.
Pada penutupan perdagangan Rabu waktu setempat, Indes Dow Jones kehilangan 138,85 poin (0,94%) ke level 14.700,95. Indeks S&P 500 jatuh 14,87 poin (0,93%) ke level 1.582,70, sementara Indeks Komposit Nasdaq berkurang 29,66 poin (0,89%) ke level 3.299,13.
Hari ini, IHSG diperkirakan akan terkena aksi ambil untung setelah mencetak rekor dan masuk area jenuh beli. Saham-saham yang sudah naik tinggi siap kena tekanan jual.
Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:
- Indeks Nikkei 225 melemah 33,49 poin (0,24%) ke level 13.765,86. Β
- Indeks KOSPI turun 3,22 poin (0,16%) ke level 1.960,73. Β
Rekomendasi saham untuk hari ini:
Panin Sekuritas
IHSG kemarin ditutup menguat didorong oleh pengumuman BPS bahwa pada April lalu terjadi deflasi -0,10% setelah bulan-bulan sebelumnya mencatat inflasi yang cukup tinggi. Selain pengumuman BPS, pergerakan indeks juga dipengaruhi oleh keluarnya laporan kinerja emiten kuartal 1. Sementara faktor eksternal tampaknya tidak terlalu mempengaruhi IHSG, mengingat sebagian bursa regional Asia tengah mengalami libur hari buruh internasional ( May day). Hari ini kami proyeksikan IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas. Pergerakan indeks akan dibayangi oleh aksi ambil untung mengingat kenaikan yang terjadi dalam 2 hari terakhir. Investor global tampaknya juga masih optimis bahwa The Fed akan melanjutkan program stimulus untuk mendorong ekonomi. Demikian pula Bank Sentral Eropa diperkirakan akan memotong suku bunga seiring dengan inflasi rendah dan angka pengangguran yang terus meningkat. Kisaran support-resistance 5.036-5.086.
eTrading Securities
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup naik +26.85 poin (+0.53%) ke 5,060.92 dengan jumlah transaksi sebanyak 11.7 juta lot atau setara dengan Rp 6.3 triliun.
Pergerakan sektor-sektor IHSG pada hari ini a.l sektor agricultural (-0.17%), sektor basic-industries (+1.04%), sektor construction and property (+2.97%), sektor consumer goods (+0.10%), sektor finance (+0.85%), sektor infrastructure (-0.10%), sektor mining (-1.33%), sektor misc-industries (-0.03%), dan sektor trade (+0.79%).
Tercatat sebanyak 163 saham mengalami penguatan, 117 saham mengalami penurunan, 85 saham tidak mengalami perubahan dan 106 saham tidak diperdagangkan sama sekali.
Saham-saham yang menempati top gainers a.l. BBRI (+2.66%), BBNI (+2.78%), SMGR (+2.17%), ICBP (+3.49%), dan LPPF (+5.79%). Sementara itu, saham-saham yang menempati top losers a.l. UNVR (-2.10%), KLBF (-2.16%), CPIN (-1.49%), PGAS (-0.80%), dan INCO (-3.51%).
Asing tercatat melakukan net sell di pasar reguler sebesar Rp47 miliar dengan saham yang paling banyak dijual a.l. KIJA, BBCA, ASII, BMRI, dan ACES. Mata uang Rupiah terapresiasi 9,724 per Dollar AS.
Secara teknikal kenaikan IHSG kemarin menghasilkan sinyal golden cross pada indikator MACD. Untuk hari senin nanti diperkirakan IHSG akan menguat. Dengan support 5,000 dan resistance 5,100. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah: ADES, LPCK, ULTJ.
(ang/ang)











































