5. Bursa Saham Filipina (+20%)
|
|
Atas peringkat yang seksi tersebut, Filipina sudah menjadi tujuan menarik bagi investor. Apalagi, perutmbuhan ekonomi negaranya tidak bergantung kepada China.
"Ekonomi Filipina tidak bergantung kepada ekspor ke China seperti negara-negara lain di Asia Tenggara," kata Ashraf Laidi, kepala analis dari City Index di London.
Indeks MSCI Philippines Investable Market Index ETF (EPHE) sudah meraup dana lebih dari US$ 180 juta tahun ini, dan naik hampir 20%.
4. Bursa Saham Kuwait (+23%)
|
|
Pasar modalnya bisa naik tinggi didorong oleh emiten-emiten kecil, seperti operator lapangan tembak National Ranges, yang sahamnya sudah melaju 20% sejak awal tahun.
Kuwait juga masih menjadi negara dengan pemilik cadangan minyak terbesar kelima di dunia. Hal ini menguntungkan bagi para produsen dan eksportir minyak
Meski produksi minyaknya belum maksimal, ekonomi Kuwait diprediksi tumbuh 4,5% tahun ini dan 5% di tahun berikutnya.
3. Argentina (+27%)
|
|
Namun banyak analis menilai rebound dan penguatan ini bukan karena faktor fundamental, melainkan investor yang mengambil kesempatan dalam kesempitan untuk berburu saham murah.
"Pasar saham Argentina masuk daftar bursa paling parah di 2012. Harga-harga saham anjlok begitu dalam sehingga banyak investor yang mulai membeli kembali di harga sangat murah," kata Asha Mehta, manajer portofolio di Acadian Asset Management.
Meski harga-harga sahamnya sudah murah, namun situasi ekonomi Argentina masih berisiko tinggi. Saat ini, Argentina menjadi salah satu negara dengan tingkat inflasi tertinggi di dunia yaitu sebesar 25%.
2. Uni Emirat Arab (+28%)
|
|
Properti di Uni Emirat Arab sudah menjadi sektor yang paling seksi di mata investor dunia. Salah satu raksasa properti yang meraup keuntungan tinggi adalah Emaar Properties yang sahamnya sudah melejit 50% sejak awal tahun.
Dalam jangka panjang, Dumai masih menjadi tujuan investasi yang menarik. Pemerintah setempat memprediksi ekonominya masih akan tumbuh 4% tahun ini.
1. Jepang (+34%)
|
|
Program dan kebijakan baru yang diberi nama "Abenomics" diambil dari Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, mengkombinasikan antara kucuran stimulus fiskal dengan kebijakan moneter yang agresif.
Kebijakan ini sudah membuat nilai tukar yen terhadap dolar AS melemah, sehingga mendorong laba bagi para eksportir setempat dengan biaya yang murah, seperti Toyota, Sony dan Nintendo.
Indeks Nikkei sudah naik hampir 100% sejak posisi terendahnya di Maret 2009. Sekarang ini Nikkei juga sudah menembus level tertingginya sejak krisis 2008.
Halaman 2 dari 6











































