Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup stagnan di posisi Rp 9.730 per dolar AS sama seperti posisi pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG bertambah 18,616 poin (0,38%) ke level 4.944,099. Positifnya bursa global dan regional mendorong IHSG menguat sejak pembukaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG melesat 57,068 poin (1,16%) ke level 4.982,551 berkat aksi borong di saham-saham unggulan. Investor asing dan lokal berlomba-lomba membeli saham murah.
Saham-saham unggulan yang pekan lalu terkena koreksi, mulai diincar kembali. Aksi beli ini dilakukan oleh seluruh investor, baik lokal maupun asing.
Menutup perdagangan awal pekan, Senin (6/5/2013), IHSG melompat 66,388 poin (1,35%) ke level 4.991,871. Sementara Indeks LQ45 melonjak 12,327 poin (1,48%) ke level 845,940.
Seluruh indeks sektoral berhasil menguat di zona hijau, dipimpin oleh saham-saham di sektor komoditas dan finansial. Di sektor tersebut rata-rata sahamnya berkapitalisasi besar.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 164.350 kali pada volume 4,212 miliar lembar saham senilai Rp 5,163 triliun. Sebanyak 179 saham naik, sisanya 99 saham turun, dan 86 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia mengakhiri perdagangan awal pekan dengan mixed cenderung menguat. Hampir seluruh bursa di Asia berakhir menguat, hanya bursa Singapura yang ketinggalan di teritori negatif.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa Asia hingga sore hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai melonjak 25,67 poin (1,16%) ke level 2.231,17. Â
- Indeks Hang Seng menguat 225,13 poin (0,99%) ke level 22.915,09. Â
- Indeks Straits Times naik 14,80 poin (0,44%) ke level 3.384,70. Â
- Indeks KOSPI melemah 4,23 poin (0,22%) ke level 1.961,48. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Multi Bintang (MLBI) naik Rp 100.000 ke Rp 1,2 juta, Merck (MERK) naik Rp 24.000 ke Rp 216.000, Mayora (MYOR) naik Rp 1.250 ke Rp 32.750, dan Unilever (UNVR) naik Rp 1.100 ke Rp 27.000.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indocement (INTP) turun Rp 1.000 ke Rp 25.250, Goodyear (GDYR) turun Rp 500 ke Rp 16.000, Sarana Menara (TOWR) turun Rp 250 ke Rp 25.750, dan Matahari (LPPF) turun Rp 200 ke Rp 12.800.
(ang/dru)











































