Menutup perdagangan awal pekan, Senin (6/5/2013), IHSG melompat 66,388 poin (1,35%) ke level 4.991,871. Sementara Indeks LQ45 melonjak 12,327 poin (1,48%) ke level 845,940.
Indeks di pasar saham Wall Street ditutup mixed. Indeks S&P 500 berhasil cetak rekor tertinggi didorong penguatan saham Bank of America.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari ini, IHSG diperkirakan bisa lanjutkan penguatan setelah ada sentimen positif dari pasar global. Namun penguatan IHSG bisa terhambat sentimen turunnya peringkat utang RI oleh Moody’s dan S&P.
Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:
- Indeks Nikkei 225 melonjak 371,24 poin (2,71%) ke level 14.065,28.
- Indeks KOSPI turun 4,12 poin (0,21%) ke level 1.957,36.
Rekomendasi saham untuk hari ini:
Panin Sekuritas
IHSG mengawali perdagangan pekan ini ditutup menguat didorong oleh sentiment positif dari Dow Jones yang mencatat rekor tertinggi baru pada pekan lalu. Kenaikan Dow Jones didorong oleh pertumbuhan tenaga kerja yang lebih baik dari perkiraan. Data payrolls AS pada bulan lalu tumbuh 165.000 pekerja, lebih tinggi dari perkiraan yg hanya 140.000 pekerja. Selain itu angka pengangguran secara tidak terduga berhasil turun ke level terendah dalam 4 tahun terakhir dari 7,6% menjadi 7,5%.Pada perdagangan kemarin, pergerakan indeks juga diwarnai oleh pengumuman GPD kuartal 1 2013, yang dibawah ekspektasi. Selain itu, investor dibayangi oleh langkah Moody’s yang merevisi outlook peringkat kredit Indonesia dari stabil menjadi negatif. Revisi Moody’s tersebut menyusul langkah serupa yang dilakukan S&P pada pekan lalu. Kedua lembaga pemeringkat internasional tersebut menyatakan revisi outlook dilakukan karena pemerintah menunda pengurangan subsidi BBM. Tanpa pengurangan subsidi BBM, dikhawatirkan defisit transaksi berjalan akan melebar, serta menambah tekanan terhadap rupiah dan inflasi. Hari ini kami proyeksikan IHSG akan bergerak konsolidasi dengan kecenderungan melemah. Di tengah kenaikan indeks kemarin, volume terlihat cenderung menurun. Kisaran support-resistance 4.940-5.020.
eTrading Securities
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup naik +66.39 poin (+1.35%) ke 4,991.87 dengan jumlah transaksi sebanyak 8.24 juta lot atau setara dengan Rp 4.96 triliun.
Pergerakan sektor-sektor IHSG a.l sektor agricultural (+1.96%), sektor basic-industries (+0.32%), sektor construction and property (+0.80%), sektor consumer goods (+2.34%), sektor finance (+1.89%), sektor infrastructure (+1.08%), sektor mining (+1.36%), sektor misc-industries (+1.23%), dan sektor trade (+0.48%).
Tercatat sebanyak 176 saham mengalami penguatan, 103 saham mengalami penurunan, 83 saham tidak mengalami perubahan dan 108 saham tidak diperdagangkan sama sekali.
Saham-saham yang menempati top gainers a.l. UNVR (+4.25%), BBRI (+3.37%), TLKM (+2.65%), BMRI (+2.55%), dan BBCA (+1.86%). Sementara itu, saham-saham yang menempati top losers a.l. INTP (-3.81%), PGAS (-0.81%), SMGR (-0.81%), TRIO (-8.50%), dan PWON (-3.90%).
Asing tercatat melakukan net sell di pasar reguler sebesar Rp421 miliar dengan saham yang paling banyak dijual a.l. BMRI, SMGR, INTP, BBNI, dan ASII. Mata uang Rupiah terdepresiasi 9,736 per Dollar AS.
Secara teknikal kenaikan IHSG kemarin menghasilkan sinyal bullish harami candlestick yang mengindikasikan hari ini IHSG kembali akan mengalami penguatan. Dengan support 4,850 dan resistance 5,000. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah: BTPN, MAIN, ROTI.
(ang/ang)











































