Produksi gas dari blok yang 18,73% sahamnya dikuasai perseroan ini juga meningkat dari 37,2 juta kaki kubik gas per hari di 2012 menjadi 39,7 dalam triwulan pertama 2013.
"Kenaikan produksi harian dan peningkatan harga jual gas tersebut tentunya akan berdampak positif terhadap kinerja keuangan perusahaan kami," kata Direktur Utama ENRG Imam Agustino dalam siaran pers, Selasa (7/5/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pencapaian ini merupakan peningkatan yang cukup signifikan dari kinerja produksi kami tahun lalu," ujarnya.
Bulan lalu, ENRG juga telah menyampaikan peningkatan kepemilikannya dari 53,4% menjadi 94,2% di Blok Tonga PSC (Sumatera Utara).
Pada saat ini perusahaan tengah melakukan pemboran di dua sumur dalam usahanya untuk segera memproduksikan cadangan minyaknya (3,5 juta barel) dan sumber daya prospektifnya (61 juta barel). Blok Tonga PSC diharapkan dapat memproduksikan lebih dari 1.000 barel minyak per hari di semester kedua tahun 2013.
Emiten berkode ENRG itu juga mengumumkan kenaikan harga jual gas yang cukup signifikan dari blok Gebang JOB PSC (Sumatera Utara) yang dimilikinya sebesar 50%. Harga jual gas dari blok tersebut telah meningkat dari US$ 6,18/mmbtu menjadi US$ 7,5/mmbtu sejak Mei 2013, dan produksi gasnya di jual ke PGN.
Rata-rata produksi harian dari blok Gebang JOB PSC masih rendah di level 0,5 juta kaki kubik gas per hari, namun demikian produksi tersebut diharapkan dapat meningkat secara bertahap.
Selain itu, ENRG masih mengkaji beberapa kemungkinan untuk meningkatkan harga jual gas dari beberapa blok yang dioperasikannya. Salah satu blok gas yang memiliki prospek baik dalam portofolionya adalah blok Bentu PSC di Riau, Sumatera.
Bentu PSC yang dioperasikan 100% oleh ENRG telah berhasil meningkatkan rata-rata produksi gas hariannya dari 16.3 juta kaki kubik per hari sepanjang 2012 menjadi 25,6 juta kaki kubik gas per hari dalam triwulan pertama 2013.
(ang/dnl)











































