IHSG akan Coba Tembus Rekor Baru

IHSG akan Coba Tembus Rekor Baru

- detikFinance
Rabu, 08 Mei 2013 08:19 WIB
IHSG akan Coba Tembus Rekor Baru
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin naik 50 bersamaan dengan penguatan pasar-pasar saham Asia. Saham-saham unggulan diburu investor sehingga mendorong indeks.

Mengakhiri perdagangan, Selasa (7/5/2013), IHSG ditutup bertambah 50,918 poin (1,02%) ke level 5.042,789. Sementara Indeks LQ45 ditutup menguat 7,904 poin (0,93%) ke level 853,844.

Wall Street berakhir positif berkat optimisme investor yang semakin tinggi atas pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS). Pertama kali dalam sejarah Dow Jones menembus level 15.000 dengan rekor terbarunya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan Selasa waktu setempat, Indeks Dow Jones menanjak 87,31 poin (0,58%) ke level 15.056,20, hanya berselang dua hari setelah menembus rekor intraday tertingginya.

Sementara Indeks S&P 500 bertambah 8,46 poin (0,52%) ke level 1.625,96, empat kali berturut-turut mencetak rekor. Indeks Komposit Nasdaq tumbuh 3,66 poin (0,11%) ke level 3.396,63.

Hari ini, IHSG akan mencoba menembus rekor barunya setelah mendapat sentimen positif dari dari pasar global. Investor tetap waspada atas ancaman penurunan peringkat dari Moody's.

Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 naik 76,96 poin (0,54%) ke level 14.257,20.  
  • Indeks KOSPI menipis 0,08 poin (0,00%) ke level 1.954,27.  

Rekomendasi saham untuk perdagangann hari ini:
Panin Sekuritas
IHSG ditutup menguat pada perdagangan kemarin didorong oleh sentiment positif dari bursa regional menyusul langkah bank sentral Australia mengikuti kebijakan ECB menurunkan suku bunga. Hari ini kami proyeksikan IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas. Pergerakan indeks masih dibayangi oleh penantian kebijakan BBM bersubsidi disamping ancaman kenaikan inflasi menjelang tengah tahun. Kisaran support-resistance 5.023-5.068.

eTrading Securities
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup naik +50.92 poin (+1.02%) ke 5,042.79 dengan jumlah transaksi sebanyak 12.5 juta lot atau setara dengan Rp6.6 triliun.

Pergerakan sektor-sektor IHSG a.l sektor agricultural (+0.63%), sektor basic-industries (+0.45%), sektor construction and property (+2.47%), sektor consumer goods (+1.33%), sektor finance (+1.34%), sektor infrastructure (+0.68%), sektor mining (-0.06%), sektor misc-industries (+0.72%), dan sektor trade (+0.79%).

Tercatat sebanyak 183 saham mengalami penguatan, 95 saham mengalami penurunan, 87 saham tidak mengalami perubahan dan 105 saham tidak diperdagangkan sama sekali.

Saham-saham yang menempati top gainers a.l. BBRI (+2.72%), BMRI (+1.99%), GGRM (+3.09%), KLBF (+3.70%), dan ASII (+0.71%). Sementara itu, saham-saham yang menempati top losers a.l. UNTR (-2.55%), INDF (-1.35%), BTPN (-2.52%), INCO (-1.80%), dan CPIN (-0.50%).

Asing tercatat melakukan net sell di pasar reguler sebesar Rp364 miliar dengan saham yang paling banyak dijual a.l. ASII, TLKM, EXCL, INDF, dan ASRI. Mata uang Rupiah terapresiasi 9,730 per Dollar AS.

Secara teknikal kenaikan IHSG kemarin menghasilkan sinyal golden cross pada indikator Slow Stochastic yang juga didukung adanya peningkatan volume, oleh karena itu hari ini diperkirakan IHSG akan menguat untuk menguji level all time high IHSG. Dengan support 4,950 dan resistance 5,100.

Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah : LPKR, PNLF, WIKA.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads