Pasar saham Wall Street kembali menanjak dan mencetak rekor baru didorong positifnya data ekonomi Jerman dan China. Indeks S&P cetak rekor lima hari berturut-turut.
Meski kabar dari dalam negeri AS sepi, investor mendapat semangat dari data produksi industri jerman yang membaik serta ekspor China yang tumbuh cukup tinggi.
"Investor individu mulai mendapat kepercayaan diri lagi," kata Alan Skrainka, kepala investasi pasar dari Cornerstone Wealth Management seperti dilansir dari AFP, Kamis (9/5/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski cetak rekor baru, sayangnya beberapa saham unggulan terkena koreksi cukup dalam sehingga penguatan Wall Street sedikit tertahan.
Saham McDonald's jatuh 1,3% setelah mengalami turunnya penjualan 0,6% di April. Sedangkan saham Microsoft berkurang 1% menyusul rencana revisi di sistem operasi Windows 8 akibat banyaknya keluhan pelanggan.
Saham klub sepakbola asal Inggris, Manchester United, juga ikut jatuh ke zona merah dengan koreksi 1,8% setelah kabar mengejutkan dari Alex Ferguson yang berniat pensiun setelah memimpin tim 'setan merah' ini selama 26 tahun.
Pada penutupan perdagangan Rabu waktu setempat, Indeks Dow Jones menanjak 48,92 poin (0,32%) ke level 15.105,12. Indeks S&P 500 tumbuh 6,73 poin (0,41%) ke level 1.632,69, dan Indeks Komposit Nasdaq bertambah 16,64 poin (0,49%) ke level 3.413,27.
(ang/hen)











































