IHSG Rawan Terkena Aksi Ambil Untung

Rekomendasi Saham

IHSG Rawan Terkena Aksi Ambil Untung

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Jumat, 10 Mei 2013 08:24 WIB
IHSG Rawan Terkena Aksi Ambil Untung
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 46 poin. Hal ini didorong oleh transaksi asing yang ramai melakukan net buy di pasar reguler.

Mengakhiri perdagangan, Rabu (8/5/2013), IHSG ditutup di level 5.089,335 atau meningkat 46,546 poin (0,923%). Sementara indeks LQ45 berada di 859,37 atau meningkat 5,53 poin.

Level tersebut merupakan rekor terbaru IHSG sekaligus intraday tertinggi sepanjang masa. Rekor sebelumnya dicapai bertepatan hari buruh 1 Mei 2013 lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Semalam, Wall Street akhirnya terkena koreksi akibat aksi ambi untung pasca cetak rekor tertinggi beberapa kali. Koreksi ini berbarengan dengan laporan kinerja emiten yang mixed.

Pada penutupan perdagangan Kamis waktu setempat, Indeks Dow Jones melemah 22,50 poin (0,15%) ke level 15.082,62. Indeks S&P 500 jatuh 6,02 poin (0,37%) ke level 1.626,67, mengakhiri reli cetak rekor lima hari berturut-turut. Sementara Indeks Komposit Nasdaq berkurang 4,10 poin (0,12%) ke level 3.409,17.

Hari ini, IHSG diperkirakan akan terkena aksi ambil untung setelah cetak rekor dua hari lalu. Transaksi diprediksi tipis akibat 'harpitnas'.

Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 melonjak 344,02 poin (2,42%) ke level 14.535,50.  
  • Indeks KOSPI melemah 14,86 poin (0,75%) ke level 1.964,59.  

Rekomendasi saham untuk hari ini:
Semesta Indovest
Bursa Indonesia hari ini diperkirakan dapat kembali menguat namun dalam range yang terbatas akibat investor lebih cenderung untuk konsoldiasi setelah indeks sentuh rekor tertinggi kemarin. Walau demikian minat beli investor di pasar domestik terlihat masih cukup kuat. Saham-saham yang dapat diperhatikan hari ini antara lain PWON, UNSP, TAXI, ACES, APLN.

eTrading Securities
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup naik +46.55 poin (+0.92%) ke 5,089.34 dengan jumlah transaksi sebanyak 13.96 juta lot atau setara dengan Rp9.65 triliun.

Pergerakan sektor-sektor IHSG a.l sektor agricultural (-0.21%), sektor basic-industries (+0.38%), sektor construction and property (+1.23%), sektor consumer goods (+1.69%), sektor finance (0.00%), sektor infrastructure (+0.93%), sektor mining (+2.15%), sektor misc-industries (+0.70%), dan sektor trade (+1.93%).

Tercatat sebanyak 178 saham mengalami penguatan, 93 saham mengalami penurunan, 100 saham tidak mengalami perubahan dan 100 saham tidak diperdagangkan sama sekali.

Saham-saham yang menempati top gainers a.l. BYAN (+19.50%), UNVR (+2.40%), MLBI (+16.67%), MNCN (+7.94%), dan PGAS (+1.61%). Sementara itu, saham-saham yang menempati top losers a.l. BBRI (-2.12%), ICBP (-1.65%), AMRT (-3.88%), BBNI (-0.93%), dan INKP (-8.57%).

Asing tercatat melakukan net buy di pasar reguler sebesar Rp162 miliar dengan saham yang paling banyak dibeli a.l. BMRI, GGRM, EXCL, BBCA, dan TLKM. Mata uang Rupiah terapresiasi 9,727 per Dollar AS.

Secara teknikal kenaikan IHSG kemarin menciptakan level all time high yang baru. Indikator stochastic menghasilkan sinyal golden cross yang juga disertai dengan adanya peningkatan volume, hal ini mengindikasikan hari ini IHSG kembali akan menguat. Dengan support 5,000 dan resistance 5,150.

Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah : CTRP, GGRM, MAIN.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads