IPO WOM Finance Tawarkan 10 Persen Saham
Kamis, 14 Okt 2004 14:26 WIB
Jakarta - Perusahaan pembiayaan kendaraan motor PT WOM Finance menawarkan 200 juta saham atau 10 persen dari modal disetor dengan nilai nominal Rp 100 per saham dalam Initial Public Offering (IPO) atau penawaran umum saham perdana. Harga yang ditawarkan sekitar Rp 700-750 per saham atau setara dengan PER (price earning ratio) sekitar 6,36-6,82 kali. Seperti diketahui, IPO itu dilakukan sebagai prasyarat dari PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) yang akan melakukan akusisi 75 persen sahamnya setelah perusahaan tersebut tercatat di Bursa. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi adalah PT Danareksa Sekuritas, PT Investindo Nusantara dan DBS Vickers Securities. Rencananya, saham WOM Finance akan dicatatkan di Bursa Efek Jakarta (BEJ) 10 Desember 2004 dengan masa penawaran 1-3 Desember 2004. Menurut Wahzary Wardaya, Dirut PT Danareksa Sekuritas harga penwaran kepada publik sebesar Rp 700-Rp 750 per saham berdasarkan proyeksi keuangan atau laba bersih 2005 sebesar Rp 221 miliar. Dijelaskan Wahzary, harga tersebut juga sudah terdiskon sekitar 10 sampai 20 persen. Sementara itu harga jual saham yang ditawarkan kepada BII yang melakukan akuisisi adalah sebesar Rp 495 atau lebih murah ketimbang yang ditawarkan kepada publik. Untuk tahap pertama BII akan mengambil saham Wom Finance sekitar 43 persen dengan harga Rp 495 per saham, setelah saham WOM dicatatkan di BEJ pada 10 Desember 2004. Menanggapi perbedaan harga antara penjualan kepada publik dan BII, menurut Direktur Utama WOM Finance, Benny Wennas, harga yang ditawarkan kepada BII berdasarkan proyeksi keuangan 2004 dimana proyeksi laba bersihnya hanya Rp 105 miliar. "Lagi pula kami telah membuat perjanjian dengan BII setahun lalu, kondisi masa itu berbeda dengan saat ini, sehingga harga yang ditawarkan pun berbeda antara BII dan publik," katanya. Benny juga menjelaskan, dana hasil go public ini seluruhnya akan digunakan untuk pembiayaan kredit sepeda motor. Sampai Agustus 2004 perseroan telah melakukan pembiayaan sebesar Rp 1,411 triliun, sedangkan target hingga akhir tahun 2004 sebesar Rp 2,25 triliun dimana pada tahun 2003 hanya sebesar Rp 1,565 triliun. WOM Finance terutama mendominasi pasar kredit motor Honda untuk wilayah Jakarta-Tangerang sebesar 48 persen dan untuk pangsa pasar nasional sebesar 4,08 persen periode hingga Agustus 2004. Kinerja perseroan hingga Agustus 2004 mencatat pendapatan Rp 392 miliar dengan laba bersih Rp 62,1 miliar. Sedangkan sampai akhir 2004 pendapatan diproyeksikan mencapai Rp 661 miliar dengan laba bersih mencapai Rp 105 miliar. Dimana pada tahun 2003 pendapatan sekitar Rp 325 miliar dan laba bersih sekitar Rp 50 miliar.
(qom/)











































