IHSG Bisa Terkoreksi Lagi

Rekomendasi Saham

IHSG Bisa Terkoreksi Lagi

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Selasa, 14 Mei 2013 08:30 WIB
IHSG Bisa Terkoreksi Lagi
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin anjlok 51 poin menyusul maraknya aksi ambil untung. Indeks pun lengser dari level 5.100.

Mengakhiri perdagangan awal pekan, Senin (13/5/2013), IHSG ditutup anjlok 51,309 poin (1,00%) ke level 5.054,628. Sementara Indeks LQ45 jatuh 10,398 poin (1,21%) ke level 851,075.

Semalam, Wall Street berakhir datar di tengah stagnannya data perekonomian Chinda dan penjualan retail Amerika Serikat (AS). Indeks S&P mencetak rekor baru tapi hanya naik kurang dari satu poin dari rekor sebelumnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat, Indeks S&P 500 hanya naik 0,07 poin dari posisi rekor tertingginya Jumat lalu, mencapai 1.633,77. Indeks Dow Jones melemah 26,81 poin (0,18%) ke level 15.091,68, sementara Indeks Komposit Nasdaq naik tipis 2,21 poin (0,06%) ke level 3.438,79.

Hari ini, IHSG diperkirakan masih akan terkena koreksi atas posisinya yang sudah jenuh beli. Aksi beli selektif bisa terjadi di saham-saham yang kemarin sudah terpangkas.

Pergerakan bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 naik tipis 7,08 poin (0,05%) ke level 14.789,29.  
  • Indeks KOSPI menguat 21,18 poin (1,09%) ke level 1.969,88.  

Rekomendasi saham untuk hari ini:
Panin Sekuritas
IHSG kemarin ditutup melemah signifikan didorong oleh aksi ambil untung yang dilakukan investor setelah pekan lalu sempat mencatat rekor tertinggi. Minimnya sentimen positif juga membuat investor memilih untuk merealisasikan keuntungan yang mereka peroleh pekan lalu. Investor global juga masih wait and see keluarnya beberapa data penting seperti data penjualan ritel AS dan hasil pertemuan menteri keuangan Eropa. Dari dalam negeri, investor juga menanti hasil Rapat Dewan Gubernur terkait BI Rate. Hari ini kami proyeksikan IHSG akan bergerak konsolidasi dengan kecenderungan melemah. Kisaran support-resistance 5.020-5.077.

eTrading Securities
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup turun -51.31 poin (-1.00%) ke 5,054.63 dengan jumlah transaksi sebanyak 8.4 juta lot atau setara dengan Rp5.3 triliun.

Pergerakan sektor-sektor IHSG a.l sektor agricultural (+0.25%), sektor basic-industries (-1.68%), sektor construction and property (-0.31%), sektor consumer goods (-0.18%), sektor finance (-1.72%), sektor infrastructure (-0.25%), sektor mining (-1.37%), sektor misc-industries (-2.72%), dan sektor trade (-0.22%).

Tercatat sebanyak 80 saham mengalami penguatan, 191 saham mengalami penurunan, 88 saham tidak mengalami perubahan dan 112 saham tidak diperdagangkan sama sekali.

Saham-saham yang menempati top gainers a.l. MNCN (+3.68%), UNVR (+0.55%), EXCL (+2.51%), KLBF (+1.38%), dan SMRA (+4.39%). Sementara itu, saham-saham yang menempati top losers a.l. ASII (-3.47%), BBRI (-2.69%), BMRI (-2.43%), BBNI (-2.78%), dan CPIN (-3.00%).

Asing tercatat melakukan net sell di pasar reguler sebesar Rp397 miliar dengan saham yang paling banyak dijual a.l. ASII, BMRI, INDF, BBNI, dan BBTN. Mata uang Rupiah terdepresiasi 9,741 per Dollar AS.

Secara teknikal pelemahan IHSG kemarin menghasilkan sinyal dead cross pada indikator Stochastic. Untuk hari ini diperkirakan IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah. Dengan support 5,000 dan resistance 5,115. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah: GJTL, MAPI, UNVR.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads