PT Pertamina (Persero) berencana menjual surat utang di pasar global senilai US$ 3,25 miliar (Rp 30,8 triliun). Obligasi ini diterbitkan dalam dua seri, yaitu 10 dan 30 tahun.
Kupon obligasi dengan jangka waktu 10 tahun yang jatuh tempo 20 Mei 2023 dipatok 4,3% dengan nilai US$ 1,625 miliar.
Sementara kupon obligasi dengan jangka waktu 30 tahun yang jatuh tempo 20 Mei 2043 dipatok 5,625% dengan nilai US$ 1,625 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan transaksi ini, Pertamina telah menyelesaikan penawaran surat utang global terbesar yang pernah dilakukan perusahaan Indonesia sambil mempertahankan kupon di level rendah baik untuk seri 190 dan 30 tahun," kata Direktur Keuangan Pertamina Andri Hidayat dalam siaran pers, Rabu (15/5/2013),
Bertindak selaku perusahaan penjamin emisi dan joint lead managger adalah Barclays Bank PLC, Citigroup Global Markets Limited, and The Royal Bank of Scotland plc.
Sementara PT Bahana Securities, PT Danareksa Sekuritas, and PT Mandiri Sekuritas bertindak selaku co-manager dari penebitan obligasi tersebut.
Sebelumnya, Pertamina sudah pernah masuk ke pasar keuangan global pada Mei 2012 dengan menerbitkan obligasi US$ 2,5 miliar dengan tenor 10 dan 30 tahun. (ang/dnl)











































